SOLOK, toBagoes.com – Kepedulian dan solidaritas antarinsan pendidik kembali terlihat setelah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sijunjung menyalurkan bantuan bencana kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Solok yang terdampak galodo di kawasan Arosuka beberapa pekan lalu.
Bantuan tersebut disambut haru oleh jajaran PGRI Kabupaten Solok. Selain membantu meringankan beban anggota yang terdampak bencana, dukungan itu menjadi bukti nyata persaudaraan dan semangat gotong royong di lingkungan organisasi profesi guru.
Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., Dt. Rajo Basa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung atas kepedulian yang diberikan.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi, melainkan juga bentuk perhatian dan solidaritas yang memberikan semangat bagi para anggota untuk bangkit setelah menghadapi musibah.
“Di tengah musibah yang kami hadapi, uluran tangan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar Yongkerman.
Mewakili seluruh anggota, ia berharap segala kebaikan dan keikhlasan keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT, serta diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan pengabdian.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan PGRI terletak pada persaudaraan, kepedulian, dan persatuan dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
“Terima kasih kepada PGRI Kabupaten Sijunjung. Semoga silaturahmi dan solidaritas antar kabupaten terus terjalin erat demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Yongkerman didampingi Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, Drs. Nofrianten, M.Pd., serta Wakil Bendahara, Asmara Winda, S.Pd., M.M.
PGRI Sijunjung Berharap Bantuan Jadi Penguat bagi Korban
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, hadir bersama Wakil Ketua Charly Malinton, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Witriadi dan Rony Saputra, serta Bendahara Purwani. Sejumlah pengurus kabupaten dan ketua cabang PGRI juga turut dalam kegiatan tersebut.
Bantuan diserahkan langsung kepada Ketua PGRI Kabupaten Solok dan disaksikan sejumlah pengurus setempat.
Dalam kesempatan itu, rombongan PGRI Kabupaten Sijunjung turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa anggota PGRI di Arosuka. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mengunjungi langsung lokasi anggota yang terdampak bencana.
PGRI Sijunjung berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi “si tawar sidingin”, ungkapan yang menggambarkan harapan akan ketenangan, penghiburan, dan kekuatan bagi anggota yang tengah menghadapi cobaan.
Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, yang akrab disapa Pak Enten, mengaku terharu karena musibah yang dialami para anggota di daerahnya turut menggerakkan kepedulian rekan-rekan guru dari kabupaten lain.
“Hari ini kami merasa sangat terharu. Duka yang dialami anggota kami ternyata juga menjadi bagian dari kepedulian kawan-kawan PGRI dari daerah lain,” ungkapnya.
Solidaritas tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antarpengurus dan anggota PGRI lintas kabupaten. Semangat kebersamaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dan gotong royong merupakan kekuatan penting dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan ketika anggotanya menghadapi musibah.(*)




