Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, melakukan kunjungan kerja perdananya ke industri kosmetik dengan mengunjungi fasilitas produksi dan riset milik PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) di Jatake, Tangerang.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, melakukan kunjungan kerja perdananya ke industri kosmetik dengan mengunjungi fasilitas produksi dan riset milik PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) di Jatake, Tangerang.
Tangerang, toBagoes.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, melakukan kunjungan kerja perdananya ke industri kosmetik dengan mengunjungi fasilitas produksi dan riset milik PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) di Jatake, Tangerang.

Rombongan disambut oleh jajaran pimpinan ParagonCorp, termasuk Group CEO Harman Subakat, VP R&D dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK, serta EVP & Chief Administration Officer A. Miftahuddin Amin.

BACA JUGA  Reformasi Imipas Makin Kencang, Kalapas dan Karutan Tak Luput dari Evaluasi, BPI KPNPA RI Puji Ketegasan Menteri Agus Andrianto

Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam pengawasan kosmetik yang adaptif dan berstandar global.

Rombongan BPOM meninjau langsung proses produksi, fasilitas R&D, dan pemanfaatan teknologi dalam inovasi produk serta aktivitas digital seperti live streaming.

Prof. Taruna Ikrar menilai ParagonCorp sebagai contoh industri kosmetik nasional yang memadukan inovasi, riset, dan kepatuhan regulasi.

BACA JUGA  Wakapolda Jambi Mendukung HAORNAS ke-42 , Olahraga Satukan Kita

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen BPOM untuk memperkuat kemitraan strategis dalam mendukung industri yang aman, transparan, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

ParagonCorp menaungi merek ternama seperti Wardah, Make Over, Kahf, dan Emina, dengan dukungan lebih dari 300 ilmuwan di bidang riset.

Salah satu inovasi unggulan yang ditampilkan adalah SKINVERSE, pengalaman interaktif analisis kulit berbasis teknologi, terbuka untuk publik hingga 3 Agustus 2025.

BACA JUGA  Misteri Kematian 1 Keluarga Terkubur di Dalam Rumah di Indramayu

dr. Sari Chairunnisa menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk dukungan terhadap industri lokal.

“Kolaborasi dengan regulator adalah fondasi penting untuk menghadirkan produk yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab bagi konsumen,” jelasnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Deputi 2 BPOM apt. Mohamad Kashuri, S.Si., M.Farm dan Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Deputi 2 BPOM apt. Mohamad Kashuri, S.Si., M.Farm dan Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM.

Dengan fasilitas riset dan produksi kosmetik terbesar di Asia Tenggara, ParagonCorp terus berkomitmen menjadi pelopor pengembangan produk kecantikan yang relevan, aman, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Kejati Sumsel Bangun Jalan untuk Warga, Rahmad Sukendar: Contoh Nyata Penegak Hukum Hadir untuk Rakyat

Tentang BPOM

BPOM adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengawasi peredaran obat, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan, demi menjamin keamanan dan mutu produk yang dikonsumsi masyarakat.

Tentang ParagonCorp

Didirikan pada 1985, ParagonCorp merupakan perusahaan kosmetik nasional terbesar di Indonesia, menaungi 14 merek ternama.

BACA JUGA  Tragedi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, BPI KPNPA RI Desak Polisi Tetapkan Tersangka

Dengan lebih dari 14.000 karyawan dan kapasitas produksi 135 juta produk per tahun, Paragon terus berinovasi dan memperluas jangkauan ke pasar regional.