spot_img

Ketum BPI KPNPA RI Mendesak Kapolri Bersihkan Oknum Pati dan Pamen Terlibat Kasus Rekrutmen Akpol

TOBAGOES.COM/JAKARTA – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil langkah tegas dalam membersihkan internal kepolisian dari oknum Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) yang diduga terlibat dalam praktik curang rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol).

Menurut Rahmad, Mendesak Kapolri ini, pihaknya menerima sejumlah laporan dari korban yang merasa dirugikan dalam proses seleksi Akpol. Beberapa dari mereka bahkan telah menyerahkan uang dengan nilai fantastis, mencapai miliaran rupiah, kepada oknum yang menjanjikan kelulusan.
BACA JUGA  Isu Mundurnya Jaksa Agung, Rahmad Sukendar: Diduga Manuver Koruptor dan Orang Dalam

“Mendesak Kapolri Bersihkan Oknum Pati dan Pamen Terlibat Kasus Rekrutmen Akpol, Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap institusi Polri dan harapan masyarakat. Kami di BPI KPNPA RI Desak Kapolri memegang data dan bukti yang cukup kuat terkait aliran uang dari para korban kepada oknum-oknum tersebut,” tegas Rahmad Sukendar kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).

Rahmad menekankan Mendesak Kapolri Bersihkan Oknum Pati dan Pamen, bahwa penyalahgunaan wewenang dalam rekrutmen calon perwira Polri mencoreng citra institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi panutan. Ia berharap Kapolri tidak ragu untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Apresiasi Langsung Pembenahan TNI AU: Tempatkan Pamen dan Pati Sesuai Kompetensi, Bukan Kedekatan

“Korban-korban ini tidak hanya dirugikan secara materi, tetapi juga secara psikologis dan masa depan mereka dirampas oleh ulah segelintir oknum yang rakus dan tak bermoral. Kapolri harus turun langsung dan bersihkan lembaga ini dari virus-virus perusak,” ujar Rahmad.

BPI KPNPA RI juga menyatakan siap untuk menyerahkan seluruh dokumen dan bukti pendukung kepada pihak berwenang guna mempercepat proses investigasi dan penegakan hukum.

“Kami berharap ke depan, proses rekrutmen Akpol benar-benar bersih, transparan, dan akuntabel. Jangan lagi ada ruang bagi praktik suap dan kolusi dalam perekrutan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img