Jakarta, tobagoes.com, – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, publik masih menyoroti Kabinet Merah Putih yang dinilai terlalu gemuk.
Hal tersebut terungkap dalam hasil survei Center of Economic and Law Studies (Celios) yang dirilis secara daring bertajuk “Pembagian Rapor Kinerja 1 Tahun Prabowo-Gibran”, pada Minggu (19/10).
“Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ini, yang paling disorot publik adalah besarnya jumlah kabinet,” ujar Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, dalam sambutannya sebelum pemaparan hasil survei.
Bhima menjelaskan, survei kali ini menunjukkan perubahan fokus publik dibandingkan survei 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Jika sebelumnya kritik lebih diarahkan pada perbaikan struktur dan evaluasi kinerja beberapa menteri, kini perhatian publik lebih besar pada efisiensi dan efektivitas kabinet.
“Pada survei 100 hari, responden — yang mayoritas dari kalangan jurnalis — memberikan banyak masukan soal menteri-menteri yang perlu dievaluasi. Namun kali ini, persepsi publik secara umum menunjukkan keresahan terhadap besarnya kabinet dan lambannya kinerja birokrasi,” jelas Bhima.
Ia juga menyoroti bahwa pergantian menteri (reshuffle) yang beberapa kali dilakukan tidak banyak mengubah persepsi publik.
“Masyarakat masih merasakan adanya gap antara ekspektasi saat Pemilu 2024 dengan kebijakan yang dijalankan sepanjang tahun pertama ini,” tambahnya.
Selain soal struktur kabinet, Bhima menyebut sejumlah isu lain yang menjadi perhatian publik, seperti daya beli masyarakat, lapangan kerja, kepastian hukum, investasi, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Isu ekonomi dan tata kelola pemerintahan masih menjadi catatan utama publik terhadap kinerja satu tahun Prabowo-Gibran,” tutup Bhima.
Editor:Melida S




