Bengkulu, tobagoes.com – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) dalam waktu dekat akan melaksanakan road show ke Provinsi Bengkulu. Agenda tersebut meliputi pertemuan dengan Kapolda Bengkulu dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu dalam rangka silaturahmi, koordinasi, serta penyerahan penghargaan BPI Award atas capaian kinerja kedua institusi tersebut dalam pemberantasan kasus korupsi.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen, keberanian, dan konsistensi aparat penegak hukum di Bengkulu yang dinilai memiliki prestasi signifikan dalam mengungkap berbagai kasus besar yang merugikan negara. Ia menilai Kajati Bengkulu menunjukkan keseriusan dan ketegasan dalam membongkar kasus korupsi di sektor pertambangan dan perbankan, sebuah langkah yang menurutnya tidak mudah karena terkait kepentingan besar dan membutuhkan keberanian luar biasa.
Rahmad juga menyoroti capaian Polda Bengkulu yang dianggap berhasil mengungkap dua kasus korupsi besar, yaitu korupsi PDAM Kota Bengkulu dan korupsi di Dinas Pertanian Kabupaten Kaur. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan integritas, profesionalitas, serta sikap tegas kepolisian dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.
Menurut Rahmad, Bengkulu berpotensi menjadi role model bagi daerah lain dalam hal penegakan hukum, terutama jika sinergi antara kepolisian, kejaksaan, dan lembaga pemantau independen terus diperkuat. Ia menegaskan bahwa BPI KPNPA RI akan terus mendorong agar pemberantasan korupsi dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas tekanan.
“Road show ini nantinya menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi dalam pemantauan dan pencegahan korupsi di Bengkulu dan wilayah lainnya di Indonesia. BPI KPNPA RI memastikan komitmennya untuk terus mengawal integritas dan transparansi penyelenggara negara demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel,”tutup ketum BPI KPNPA RI, Rabu (26/11/25) (*)




