Jakarta / TOBAGOES.CO. — Teror bom kembali menggegerkan dunia pendidikan ibu kota. North Jakarta Intercultural School (NJIS) di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, mendapat ancaman bom dari nomor asing pada Selasa (7/10/2025). Ancaman serupa juga diterima oleh dua sekolah internasional di Tangerang, yakni Jakarta Nanyang School (JNY) dan Mentari Intercultural School (MIS).
Ketiga sekolah tersebut mendapat pesan ancaman identik yang dikirim dari nomor luar negeri +2349165620857. Pesan berbahasa Inggris itu berisi ancaman bom dan pemerasan sebesar 30.000 dolar AS (sekitar Rp498 juta) yang harus dikirim ke alamat Bitcoin tertentu
“Kami punya bom di sekolahmu. Bom akan meledak dalam 45 menit. Jika tidak ingin itu terjadi, kirim uang 30.000 dolar ke alamat Bitcoin berikut,” demikian bunyi pesan teror yang diterima pihak sekolah.
Begitu menerima laporan, Polsek Kelapa Gading bersama Tim Gegana Polda Metro Jaya langsung menyisir seluruh area sekolah, termasuk ruang kepala sekolah, laboratorium, kelas, kantin, hingga area bermain.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan bahan peledak atau benda mencurigakan di lokasi.
“Sekitar pukul 09.30 WIB, hasil penyisiran Tim Penjinak Bom memastikan tidak ditemukan bahan peledak di area sekolah. Kondisi NJIS aman terkendali,” ujar Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko, Rabu (8/10/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Polres Metro Jakarta Utara menyiagakan pengamanan di enam sekolah internasional lainnya di wilayah tersebut. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup untuk menjaga rasa aman para siswa, guru, dan orang tua.
“Kami melakukan pengamanan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dan semua merasa aman,” jelas Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz.
Polisi kini tengah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Polres Metro Jakarta Utara, Polres Tangerang, dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya untuk memburu pelaku pengirim pesan ancaman tersebut.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan asal-usul nomor asing serta keterkaitan ancaman bom di Kelapa Gading dan Tangerang.
“Kami sedang melacak apakah pelaku benar berasal dari luar negeri atau menggunakan nomor asing untuk menyamarkan identitasnya,” ujar Erick.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diungkap demi menjamin keamanan lingkungan pendidikan.
Editor : Melida Sianipar




