spot_img

Menkeu Purbaya Melesat, Populer Kalahkan Gibran!

Jakarta, tobagoes.com — Sosok Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kini mencuri perhatian publik. Ia bukan kepala daerah atau politisi, namun seorang teknokrat yang berhasil menjadi bintang baru di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran

Purbaya disebut-sebut lebih pantas menjadi wakil presiden dibandingkan Gibran Rakabuming Raka, karena dinilai populer, berani bicara apa adanya, dan cerdas dalam mengelola ekonomi nasional.

Menkeu Purbaya dikenal tegas dalam menyampaikan data ekonomi negara, termasuk soal pengelolaan APBN 2026 senilai hampir Rp4.000 triliun, yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Berbeda dengan gaya Menkeu sebelumnya yang kalem, Purbaya tampil ceplas-ceplos, lugas, dan fokus pada angka-angka, bukan basa-basi politik.

“Angka-angka tidak bisa berbohong. Yang sering bohong itu kata-kata,” ujarnya dalam satu kesempatan.

Purbaya juga sempat menuai protes setelah pernyataannya menyinggung sebagian masyarakat dan kepala daerah. Namun, ia menanggapinya dengan tenang dan tetap berpegang pada logika ekonomi.

Ia mengungkap fakta bahwa dana pemerintah daerah (Pemda) banyak yang mengendap di Bank Indonesia, mencapai ratusan triliun rupiah. Padahal, uang itu seharusnya digunakan untuk pembangunan daerah, bukan disimpan demi bunga bank.

“Kalau ekonomi membaik, uang pasti mengalir ke daerah. Tak ada maksud mempersulit, justru ingin mempermudah,” kata Purbaya.

Sikap santai namun tegas ini membuat banyak pihak menilai, Purbaya bukan sekadar menteri teknis, melainkan pemimpin dengan visi besar dan keberanian politik yang langka.

Bahkan, sejumlah kepala daerah seperti Dedi Mulyadi ikut terkejut atas temuan Purbaya terkait dana daerah yang mengendap. Purbaya pun mendapat julukan “Menkeu rasa kepala daerah” karena sering turun langsung ke lapangan meninjau kondisi ekonomi daerah.

Purbaya dikenal bukan sebagai politisi, melainkan teknokrat murni yang pernah bekerja di bawah berbagai pemerintahan  dari era SBY, Jokowi, hingga kini Prabowo. Namun, loyalitasnya kini sepenuhnya pada Presiden Prabowo.

BACA JUGA  Polisi Tetapkan 34 Pria Tersangka Pesta Seks Gay di Hotel Surabaya, Ada PNS hingga Mahasiswa Terlibat

Popularitasnya yang meningkat pesat membuat banyak pihak mulai membandingkan Purbaya dengan Gibran. Publik menilai, kombinasi Prabowo–Purbaya akan jauh lebih kuat secara ekonomi dan teknokratis dibanding pasangan lain.

“Seorang ekonom sebagai Wapres bisa menjadi penyeimbang bagi Presiden. Kalau Presiden menginjak gas, Wapres ekonom menginjak rem,” kata seorang pengamat politik.

Sejarah mencatat, beberapa wakil presiden Indonesia juga berlatar belakang ekonom, seperti Bung Hatta, Jusuf Kalla, dan Boediono. Kini, banyak pihak mulai percaya bahwa Purbaya Yudhi Sadewa adalah sosok yang paling pas meneruskan tradisi itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img