JAKARTA, tobagoes.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan telah melakukan penggeledahan di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan.
Langkah itu dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) pada Rabu (21/10/2025).
Direktorat Jenderal Bea Cukai merupakan unit di bawah naungan Kementerian Keuangan yang saat ini dipimpin oleh Menteri Purbaya Yudhi Sadewa.
“Memang benar ada beberapa tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Gedung Bundar,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Anang Supriatna, kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Dalam operasi tersebut, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk dokumen dan perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi ekspor POME.
“Pokoknya dokumen, bisa dokumen, bisa alat elektronik, bisa surat,” ujar Anang menjelaskan.
Selain kantor pusat Bea Cukai, penggeledahan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Namun, Anang belum memberikan keterangan lebih detail mengenai tempat maupun pihak-pihak yang diperiksa.
Kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) ini tengah menjadi sorotan karena melibatkan potensi kerugian negara dalam jumlah besar.
POME sendiri merupakan limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit yang diketahui memiliki nilai ekonomi tinggi karena bisa diolah kembali menjadi bahan bakar atau pupuk organik.
Kejagung memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam skandal ekspor tersebut, termasuk kemungkinan adanya oknum pejabat yang bermain di balik layar.
“Kasus ini masih dalam tahap pendalaman. Jika sudah cukup bukti, kami akan umumkan secara resmi,” tegas Anang.
Penggeledahan di kantor anak buah Menteri Purbaya ini langsung menjadi perbincangan publik.Masyarakat berharap Kejagung bertindak transparan dan tegas dalam mengusut tuntas dugaan praktik korupsi di lingkungan Bea dan Cukai yang selama ini kerap disorot.
Kasus ini juga menjadi ujian bagi integritas Kementerian Keuangan, terutama dalam hal pengawasan tata kelola ekspor komoditas strategis seperti produk turunan sawit.




