spot_img

Prabowo Incar Sosok Dekat Pesantren, Bermunculan Figur Nama-Nama Kuat Rebut Kursi Ketua Gerindra Jatim!

Jakarta, tobagoes.com— Menjelang restrukturisasi kepengurusan internal Prabowo Incar Sosok Dekat Pesantren, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai calon Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim). Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Anwar Sadad, dan kini menjadi sorotan karena Jatim dianggap sebagai provinsi kunci lumbung suara nasional bagi Gerindra.

Sumber internal DPP Gerindra menyebutkan, ada beberapa figur kuat yang berpotensi menempati kursi Ketua DPD Gerindra Jatim. Mereka berasal dari berbagai latar belakang — mulai dari kalangan pesantren, kepala daerah, hingga tokoh muda partai.

Nama pertama yang mencuat adalah Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf Hasyim, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari. Selain itu, nama Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, juga santer disebut sebagai kandidat kuat karena berasal dari kalangan santri dan dikenal dekat dengan komunitas pesantren.

Tak hanya itu, beberapa nama lain juga masuk radar, di antaranya Bupati Jember Ahmad Fawaid, anggota DPR RI Ahmad Dhani, serta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Sumber internal menambahkan, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dikabarkan menginginkan figur yang dekat dengan pesantren untuk memimpin Gerindra Jatim. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis mengingat basis suara Islam tradisional di Jawa Timur sangat dominan.

“Pak Prabowo melihat, Jatim harus dipimpin figur yang diterima kalangan pesantren dan punya akar kuat di masyarakat bawah,” ujar sumber internal tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah LSI Denny JA Jawa Timur, Imam Fauzi, menilai pilihan terhadap figur pesantren merupakan strategi politik yang realistis dan visioner.

“Yang dibutuhkan Gerindra Jatim ke depan adalah figur pesantren yang milenial, diterima semua kalangan, komunikatif, gaul, dan serba bisa,” ujar Imam Fauzi, Rabu (29/10/2025).

BACA JUGA  BPI KPNPA RI: Skandal BBM Subsidi Bangka Bisa Guncang Sistem Energi Nasional

Imam menilai, keberadaan figur muda dari kalangan pesantren bisa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas politik, sekaligus memperkuat posisi Gerindra menjelang Pemilu 2029.

Dengan dinamika yang terus berkembang, pemilihan Ketua DPD Gerindra Jatim diprediksi akan menjadi pertarungan strategis yang bukan hanya soal jabatan partai, tetapi juga arah politik Gerindra di kancah nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img