spot_img

Prabowo Targetkan Mobil Nasional 2028, Pengamat: Ambisius tapi Realistis Jika Tak Ulangi Timor-Esemka

Jakarta / toBagoes.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk mewujudkan mobil nasional buatan Indonesia dalam tiga tahun ke depan.

Ia menyebut bahwa alokasi dana telah disiapkan, dan lokasi pabrik untuk produksi kendaraan tersebut juga sudah ditentukan.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia membangun kedaulatan industri otomotif nasional, setelah berbagai proyek serupa sebelumnya seperti Maleo, Bimantara, hingga Timor kandas di tengah jalan akibat faktor politik, ekonomi, dan regulasi internasional.

Pernyataan Presiden Prabowo mengenai target produksi mobil nasional dalam tiga tahun ke depan merupakan langkah ambisius yang patut diapresiasi.

“Ini menunjukkan upaya konkret memperkuat kemandirian industri otomotif nasional,” ujar Yannes Pasaribu, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (23/10/2025).

BACA JUGA  Kebijakan Bersejarah! Mantan Wamenlu: GCI Akan Bawa Manfaat Ekonomi bagi Indonesia

Menurut Yannes, PT Pindad dapat menjadi basis awal pengembangan mobil nasional melalui produk kendaraan taktis seperti Maung, yang sudah terbukti secara teknis dan operasional.

Ia menilai, rencana pemerintah yang disertai alokasi anggaran, pembangunan pabrik, serta usulan Kementerian Perindustrian agar proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), merupakan sinyal kuat keseriusan pemerintah.

Namun, Yannes mengingatkan agar proyek ambisius ini tidak mengulang kegagalan masa lalu.

Pemerintah, kata dia, perlu membentuk konsorsium nasional yang melibatkan BUMN kuat sebagai pemimpin, sekaligus membangun ekosistem rantai pasok (supply chain) dari tier 3 hingga tier 1 secara terintegrasi.

BACA JUGA  Langkah Tegas Prabowo: Kepala Bapanas Dicopot, Diganti Menteri Pertanian

“Kita belajar dari pengalaman. Timor terhenti karena konflik dengan WTO, Bimantara tumbang akibat krisis ekonomi, dan Esemka gagal menembus pasar karena lemahnya investasi riset dan dukungan industri. Karena itu, kali ini pendekatannya harus berbeda,” ujarnya menegaskan.

Yannes menilai, kemandirian teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus menjadi prioritas utama.

Pemerintah juga perlu menyusun roadmap yang jelas untuk membangun ekosistem lokal yang transparan, didukung kolaborasi lintas kementerian agar tidak terhambat regulasi tumpang tindih.

Transfer teknologi, bukan sekadar ketergantungan pada mitra asing, harus menjadi kunci.

Selain itu, pemerintah perlu menciptakan anchor demand lewat pengadaan kendaraan dinas sebagai pasar awal.

Dengan begitu, proyek ini bisa menjadi katalisator reindustrialisasi, bukan hanya simbol nasionalisme semu, kata Yannes.

BACA JUGA  Ribka Haluk: Dana Otsus Harus Benar-Benar Untuk Rakyat Papua!

Dengan kombinasi komitmen politik, konsolidasi industri, dan strategi pasar yang tepat, Indonesia berpeluang besar melahirkan mobil nasional sejati pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

Tantangannya kini, bukan sekadar membuat mobil, tetapi membangun ekosistem industri yang mandiri dan berkelanjutan.

Editot:Melida s

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img