spot_img

Purbaya Disorot! Pengamat: Personal Branding Tak Cukup, Harus Ada Bukti!

JAKARTA, tobagoes.com,- Pengamat ekonomi Yanuar Rizki menilai gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini ramai dibicarakan publik merupakan bagian dari strategi membangun personal branding dan citra kuat di ruang publik.
Namun, ia mengingatkan bahwa gaya seperti itu bisa menjadi pedang bermata dua bila tidak diiringi hasil nyata dalam kinerja ekonomi nasional.

“Purbaya ini gaya orang capital market, ngomong dulu baru nanti dia lihat kejadian seperti apa,” ujar Yanuar melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu (19/10/2025).

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Lansung Apresiasi Kapolres Serang Gelar Beras Murah: Bukti Polri Hadir untuk Rakyat

Menurut Yanuar, gaya komunikasi yang terbuka dan penuh keyakinan seperti itu memang biasa di dunia pasar modal, karena para market maker berusaha membentuk sentimen pasar sebelum mengambil langkah nyata.

Namun, posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan menuntut kehati-hatian ekstra, sebab setiap ucapannya dapat memengaruhi ekspektasi publik dan pelaku ekonomi nasional.

“Kalau kita bicara di media sosial, isu yang dibawa Purbaya ini masuk ke alam pikiran banyak orang. Dia muncul saat publik mulai jenuh dengan figur Sri Mulyani,” jelasnya.

BACA JUGA  Purbaya Meledak! Ribuan Laporan Bongkar Aksi Nakal Bea Cukai!

Yanuar menilai kemunculan Purbaya mengingatkan pada masa awal kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati, yang kala itu dianggap sebagai “Dewi Penyelamat” ekonomi Indonesia.
Namun, seiring waktu, persepsi publik berubah karena kebijakan fiskal yang berat dan kondisi ekonomi yang tak selalu stabil.

“Sama juga dengan Purbaya. Orang melihatnya potensial, tapi ini lebih ke arah personal branding yang sedang digarap. Belum tentu itu yang benar-benar dibutuhkan negara saat ini,” tegasnya.

Yanuar menegaskan, membentuk persepsi positif melalui media sosial memang bisa efektif bila audiens yang dituju adalah pelaku ekonomi riil, bukan sekadar warganet.
Namun, menurutnya, keberhasilan Purbaya akan bergantung pada kemampuannya membangun kepercayaan publik (trust).

“Ia bisa membangkitkan kepercayaan kalau ekonomi benar-benar pulih. Kalau tidak, dia akan mengalami apa yang dialami Sri Mulyani,” ujarnya.

BACA JUGA  Prabowo Minta Menteri Gunakan Mobil Maung, Purbaya: Anggaran Sudah Siap!

Lebih jauh, Yanuar menyinggung Erick Thohir sebagai contoh figur yang sempat mendapat simpati besar, baik sebagai Menteri BUMN maupun Ketua PSSI, namun belakangan menghadapi penurunan kepercayaan publik setelah gagal di sejumlah momentum penting.

“Tipikal seperti Purbaya, dari sisi komunikasi, bisa saja mengalami hal yang sama. Di awal dielu-elukan, tapi di kemudian hari orang bisa cepat berbalik arah,” pungkas Yanuar.

Editor:Melida S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img