TOBAGOES.COM, Jakarta – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tebe Sukendar, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Kang Dedi Mulyadi terkait program pembinaan remaja bermasalah melalui sistem barak militer.
Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan sejumlah orang tua murid ke Bareskrim Polri yang mengadukan kebijakan tersebut.
Mereka mempersoalkan langkah Dedi Mulyadi yang memasukkan sejumlah remaja ke dalam barak pembinaan sebagai bentuk penegakan disiplin.
Program ini, yang digagas oleh mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi itu, menuai kontroversi di tengah masyarakat. Meski menuai kritik, sebagian pihak justru menilai pendekatan ini sebagai upaya positif dalam membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda.
Menurut Kang Tebe, kebijakan tersebut bukan bentuk kekerasan, melainkan sebuah terobosan edukatif yang patut diapresiasi.
“Saya melihat apa yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi adalah langkah nyata dalam membina anak-anak remaja yang mulai terjerumus ke hal-hal negatif.
Program barak militer yang diterapkan bukan untuk menyiksa, melainkan untuk mendidik dan membentuk karakter mereka agar menjadi lebih baik,” ujar Kang Tebe Sukendar dalam keterangan resminya, Jumat (6/6/2025).
Program pembinaan remaja melalui pendekatan semi-militer ini sebelumnya telah diterapkan saat Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta, dan kini kembali diangkat dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif sekaligus tokoh masyarakat.
Meski menuai pro dan kontra, sebagian kalangan menilai metode ini sebagai solusi alternatif atas maraknya kenakalan remaja yang sulit ditangani dengan pendekatan biasa.
Lebih lanjut, Kang Tebe menjelaskan bahwa sejak awal dirinya diajak secara baik untuk turut mendukung program tersebut. Ia menilai niat Dedi Mulyadi murni demi kebaikan anak-anak bangsa, namun justru disalahartikan oleh sebagian pihak.
“Saya justru senang dengan gebrakan Kang Dedi Mulyadi dalam membina anak nakal menjadi lebih baik. Kalau kebijakan itu baik, maka sudah seharusnya semua pihak turut mendukung demi masa depan anak-anak bangsa. Tapi malah ada yang memelintir dan membuat isu yang neko-neko,” tegasnya.
Ia menambahkan, BPI KPNPA RI secara institusional memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menyadari bahwa setiap terobosan dalam upaya perbaikan pasti akan menghadapi tantangan dan resistensi dari sebagian kelompok masyarakat.
“Untuk menuju perbaikan dan kemajuan bangsa, pasti akan ada risiko dan respon yang kurang baik dari kelompok tertentu.
Namun saya yakin, masih banyak elemen masyarakat yang sepakat dengan program Kang Dedi Mulyadi ini demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik, sehat, dan kuat,” pungkasnya.
Program barak militer bagi remaja ini sebelumnya juga pernah dijalankan Dedi Mulyadi saat menjabat Bupati Purwakarta, dan kini kembali menjadi sorotan setelah diterapkan dalam lingkup yang lebih luas.(*)




