JAKARTA,tobagoes.com– Pakar telematika Roy Suryo bersama sejumlah tokoh lainnya terus mengulik dugaan kejanggalan ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Polemik ini semakin memanas setelah muncul klaim baru terkait keaslian dokumen akademik tersebut.
Pemerhati sosial dan politik Sugiyanto menilai perjuangan Roy Suryo cs layak diapresiasi. Ia menyebut, apabila nantinya terbukti ada ketidakabsahan atau rekayasa pada dokumen ijazah Jokowi, maka langkah Roy Suryo dkk bisa tercatat sebagai upaya membela hak publik dan supremasi hukum.
“Roy Suryo cs bisa jadi pahlawan atas perjuangannya,” ujar Sugiyanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.
Namun, Sugiyanto juga menegaskan, jika seluruh dokumen ijazah Jokowi terbukti sah, maka polemik ini tetap menjadi pelajaran penting bagi publik dan pejabat negara tentang keterbukaan informasi serta pentingnya siap diuji, bukan berlindung di balik kekuasaan.
Selain Roy Suryo, sejumlah tokoh turut menyoroti dugaan ijazah palsu Jokowi, di antaranya pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar, ilmuwan dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, politikus senior PDIP Beathor Suryadi, serta pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi.
Dalam perkembangan terbaru, Roy Suryo mengaku telah memperoleh salinan ijazah Jokowi melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta) pada Senin, 13 Oktober 2025. Salinan tersebut merupakan dokumen legalisasi yang sebelumnya ia terima dari Bonatua Silalahi, yang mendapatkan dokumen itu dari KPU RI.
Setelah melakukan penelitian terhadap salinan tersebut, Roy semakin yakin dengan temuannya.
“Ini akan menjadi bukti sangat kuat bagi kami untuk meneruskan perjuangan, karena berkas ini identik dengan yang kami teliti. Kami berkesimpulan 99,9 persen ini adalah palsu,” tegas Roy kepada wartawan di KPUD DKI.
Polemik ijazah Jokowi masih menjadi sorotan publik. Banyak pihak menunggu hasil pembuktian hukum untuk memastikan apakah dokumen tersebut benar-benar asli atau rekayasa semata.
Editor: Melida S




