toBangoes. com – Suasana tahun ajaran baru biasanya riuh dengan keriangan para siswa baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Namun, pemandangan berbeda tampak di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Tahun ini, sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru. Meskipun demikian, semangat tak surut. MPLS tetap dilaksanakan dengan antusias dan penuh kehangatan.
Kepala SDN 1 Kendalrejo, Didin Luskha, menyebutkan bahwa penyebab utama sedikitnya siswa baru adalah minimnya lulusan dari Taman Kanak-kanak di wilayah sekitar.
Dari total tiga anak lulusan TK di Desa Kendalrejo, dua memilih melanjutkan ke sekolah lain, dan hanya satu yang masuk siswa baru ke SDN 1 Kendalrejo.
âUntuk tahun ini kemungkinan memang dari TK itu sedikit lulusan. Yang masuk ke sekolah kami hanya satu siswa dari wilayah sini,â ujar Didin kepada awak media, Rabu 16 Juli 2025.
Kondisi ini tak membuat pihak sekolah berdiam diri. Mereka terus berupaya menarik minat masyarakat agar mau menyekolahkan anak-anaknya di SDN 1 Kendalrejo. Pendekatan personal dilakukan dengan mendatangi langsung para wali murid.
Tak hanya itu, kegiatan kreatif seperti lomba mewarnai celengan pun digelar untuk memperkenalkan program-program sekolah kepada siswa TK.
âTujuan kami agar mereka mengenal dan tertarik dengan sekolah kami,â kata Didin penuh harap.
Di balik jumlah siswa yang minim, semangat belajar tak luntur. Proses MPLS tetap dilaksanakan seperti biasa, meskipun hanya dengan satu murid. Guru pengajar, Mita Purwanti, memastikan materi tetap disampaikan sesuai fase dan jenjang pembelajaran.
âTidak digabung, karena beda kelas ya beda fase dan materinya,â jelas Mita.
Siswa satu-satunya di kelas itu pun tampak nyaman dan menikmati proses belajar. Tidak ada rasa canggung meski harus menjalani MPLS sendirian. Menurut Mita, sang siswa justru menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi.
âAlhamdulillah, anaknya tidak takut, tidak malu. Dia antusias dan percaya diri,â ungkapnya.
Kisah SDN 1 Kendalrejo menjadi pengingat bahwa semangat pendidikan tidak selalu diukur dari jumlah. Meski hanya satu siswa, guru-guru tetap memberikan perhatian penuh dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap mutu pembelajaran.
Dengan semangat dan kerja keras para tenaga pendidik, sekolah ini berharap dapat terus menarik minat masyarakat dan menjaga kualitas pendidikan di tengah tantangan zaman.



