toBagoes.com – Tragedi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di wilayah Bekasi Timur dan menimbulkan korban jiwa hingga belasan orang.
Peristiwa tabrakan ini sontak menjadi sorotan publik dan menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar, secara tegas mendesak pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tabrakan yang terjadi.
Ia menilai, kecelakaan tersebut merupakan peristiwa serius yang tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
“Jika benar insiden ini mengakibatkan korban jiwa, maka ini adalah tragedi besar yang harus disikapi secara serius dan transparan. Kami meminta PT KAI tidak lepas tangan,” ujar Rahmad dalam keterangannya, Kamis.
Menurutnya, tanggung jawab tidak hanya berhenti pada penanganan pascakejadian, tetapi juga harus mencakup evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan operasional kereta api.
Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
Rahmad juga secara khusus menyoroti peran Direktur Utama PT KAI dalam insiden ini. Ia meminta agar pimpinan tertinggi perusahaan berani mengambil tanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur kelalaian dalam operasional.
“Direktur Utama PT KAI harus berani bertanggung jawab. Ini menyangkut keselamatan masyarakat luas yang menggunakan transportasi publik setiap hari,” tegasnya.
Selain itu, BPI KPNPA RI turut mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan objektif.
Hal ini dinilai penting guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum.
“Kami meminta pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa pihak-pihak terkait, agar terang apakah ada unsur tindak pidana dalam peristiwa ini,” tambah Rahmad.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi secara lengkap dari pihak berwenang terkait kronologi detail kejadian maupun jumlah pasti korban.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat masih beragam dan belum seluruhnya terverifikasi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Publik diminta menunggu pernyataan resmi dari instansi terkait, termasuk PT KAI dan aparat kepolisian.
Peristiwa tabrakan ini kembali menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan transportasi publik yang ketat, serta perlunya pengawasan dan evaluasi berkala guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.




