toBagoes.com – Ratusan massa dari gabungan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), aliansi masyarakat sipil, dan mahasiswa menggelar aksi damai menuntut penegakan hukum atas dugaan tindakan intoleransi terkait pembangunan gereja di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Aksi dimulai dari Kantor Gubernur Kalbar, dilanjutkan ke Gedung DPRD Provinsi Kalbar, dan berakhir di Mapolda Kalbar.
Di sana, massa menyerahkan laporan resmi serta tuntutan hukum terhadap sejumlah oknum yang diduga menghalangi pendirian rumah ibadah tersebut.
Kuasa hukum aliansi, Rusliyadi, S.H., menyebutkan bahwa laporan dugaan diskriminasi telah diterima secara resmi oleh pihak kepolisian.
Ia menekankan bahwa penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan bentuk intoleransi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami menuntut negara hadir dan menindak tegas pelaku intoleransi. Ketertiban dan kerukunan yang selama ini terjaga jangan sampai tercoreng,” ujar Rusliyadi di depan Mapolda Kalbar.
Sementara itu, Ketua Aliansi Aksi, Endro Olianus, menegaskan bahwa pihaknya kecewa dengan sikap sejumlah kelompok yang dinilai merusak tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Ia memberi tenggat waktu kepada Polda Kalbar untuk segera memproses laporan tersebut.
“Jika tidak ada langkah nyata, kami siap menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar. Kami tidak ingin Kalimantan Barat terjerumus dalam pusaran intoleransi,” tegas Endro dalam orasinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polda Kalbar terkait tindak lanjut atas laporan yang disampaikan oleh aliansi.




