Hanyut Tiga Hari, Lansia Gowa Ditemukan Tewas di Dasar Air Terjun TakapalaJasadnya lansia bernama Daeng Jumba ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Senin (5/5/2025), di kedalaman 9 meter.
Hanyut Tiga Hari, Lansia Gowa Ditemukan Tewas di Dasar Air Terjun TakapalaJasadnya lansia bernama Daeng Jumba ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Senin (5/5/2025), di kedalaman 9 meter.
toBagoes.com – Hanyut Tiga Hari, Lansia Gowa Ditemukan Tewas di Dasar Air Terjun TakapalaJasadnya lansia bernama Daeng Jumba ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Senin (5/5/2025), di kedalaman 9 meter.

“Korban telah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar.

BACA JUGA  Pemuda Makassar Hilang Terbawa Arus di Air Terjun Mangampa

Arif menjelaskan, jasad korban ditemukan di Air Terjun Takapala, Kampung Takapala, Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, sekitar 50 meter dari titik awal korban diduga terjatuh.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menuturkan korban sebelumnya hendak memompa air dari Sungai Takapala untuk mengairi kebunnya pada Sabtu (3/5) sore. Namun, ia diduga terpeleset dan terseret arus deras hingga hilang.

“Korban bermaksud memompa air sekitar pukul 17.00 Wita, namun diduga justru terseret arus,” ujarnya.

BACA JUGA  Hari Kedua Pencarian, 30 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Masih Hilang

Pencarian melibatkan tim rescue dengan tiga metode. penggunaan drone thermal, perahu rafting, serta penyelaman dan penyisiran sepanjang aliran sungai.

Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Tinggimoncong pada hari kejadian diduga memperkuat arus sungai, sehingga memperbesar risiko bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran air.

Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di tepi sungai atau dekat air terjun, terutama pada musim hujan.

BACA JUGA  Langsung Tertibkan Atribut Ormas: Tegas! Jangan Rakyat Melawan Preman Berkedok Ormas

“Keselamatan pribadi harus menjadi prioritas. Gunakan alat pelindung diri dan hindari bekerja sendirian di area berisiko,” kata Arif.

Proses evakuasi jasad korban memakan waktu sekitar dua jam karena medan licin dan arus kuat di sekitar lokasi penemuan. Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.