
Jakarta, toBagoes.com – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan kritik keras terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin. Menurutnya, Burhanuddin hanya pandai bicara tanpa mampu menunjukkan aksi nyata dalam pemberantasan korupsi.
Kritik itu muncul setelah Burhanuddin mengaku kaget atas laporan Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bali yang sepanjang tahun ini hanya menangani tiga perkara korupsi.
Dalam kunjungannya ke Kejati Bali, Selasa (16/9/2025), Burhanuddin bahkan mengancam akan mencopot Kepala Kejati maupun Kepala Kejari yang dinilai malas menindaklanjuti perkara.
Namun, bagi Rahmad Sukendar, ancaman tersebut tidak lebih dari sekadar lips service.
“Jaksa Agung jangan cuma jago omon-omon di depan publik. Faktanya, Kejari Jakarta Selatan saja tidak berani mengeksekusi Silvester. Kalau perintah sendiri saja tidak bisa dijalankan, berarti Jaksa Agung itu lemah dan tidak punya nyali,” tegas Rahmad, Rabu (17/9/2025).
Rahmad juga menyinggung sejumlah laporan kasus korupsi yang disampaikan BPI KPNPA RI kepada Kejaksaan Agung, antara lain:
– Kasus korupsi berjamaah pembuatan sertifikat tanah di atas tanah milik Kaum Maboet, Kota Padang, Sumbar.
– Kasus korupsi pengadaan tanaman bonsai Kabupaten Lingga, Kepri.
Menurutnya, sejak dilaporkan Februari 2025, tindak lanjut kasus itu mandek meski sudah ada surat pelimpahan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus ke Kejati Sumbar dan Kejati Kepri.
“Mandul, tidak ada tindak lanjut. Kami menduga ada kepentingan besar yang dilindungi sehingga instruksi Jaksa Agung tidak dijalankan bawahannya. Kalau begini, wibawa kejaksaan hancur. Jangan-jangan memang ada kekuatan yang dibekingi,” ujarnya.
Lebih jauh, Rahmad mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas.
“Presiden harus segera copot Jaksa Agung yang mandul. Negara ini butuh penegak hukum yang benar-benar berani, bukan hanya modal kumis lebat dan ancaman kosong,” sindirnya.
Ia menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, publik akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap institusi Adhyaksa, sementara praktik korupsi kian merajalela.
“Segera ganti Jaksa Agung yang berkumis tebal ini dengan sosok baru agar ada regenerasi dan penyegaran di tubuh korps Adhyaksa,” pungkas Rahmad.







