Brutal! Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jalanan Jakarta, Pelaku Masih Misterius?

Jakarta, tobagoes.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan kasus tersebut menjadi prioritas penyelidikan dan pelaku masih dalam pengejaran.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Budi Hermanto, menegaskan pihaknya telah mengerahkan tim penyidik untuk mengungkap aksi brutal yang menimpa aktivis HAM tersebut.

“Perkara ini menjadi prioritas dan konsentrasi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Penyidik kini tengah melakukan analisis rekaman CCTV di lokasi kejadian sebagai bagian dari metode scientific investigation untuk mengidentifikasi pelaku.

Tim dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih terus mengumpulkan bukti serta menelusuri jejak pelaku.

“Penyelidikan dari Polres Jakpus dan Ditkrimum PMJ saat ini masih melakukan penyidikan dengan scientific investigation untuk menemukan pelakunya,” jelas Budi.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku diduga dua pria yang berboncengan sepeda motor. Keduanya sempat melintas di lokasi sebelum memutar balik kendaraan hingga berpapasan dengan korban.

Saat korban melintas menggunakan sepeda motor, pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh korban.

Korban langsung merasakan panas hebat hingga menjatuhkan motornya di pinggir jalan sambil berteriak histeris meminta pertolongan.

“Aah… aah… panas… panas… panas. Air keras… air keras. Ya Allah tolong,” teriak korban dalam rekaman CCTV yang beredar.

Akibat serangan tersebut, korban langsung membuka pakaiannya karena merasakan panas luar biasa. Dalam rekaman terlihat baju korban koyak dan bagian tubuhnya mengalami luka melepuh akibat cairan berbahaya itu.

BACA JUGA  Kapolda Sumbar Perintahkan Pemberantasan Tambang Ilegal, Rahmad Sukendar: Pemodal Harus Ditangkap!

Teriakan korban langsung mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan untuk membantu.

“LBH ya? LBH?” tanya seorang warga kepada korban.

“KontraS,” jawab korban singkat.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku penyiraman air keras yang diduga telah merencanakan serangan terhadap aktivis HAM tersebut.

Kasus ini memicu perhatian publik karena menyasar seorang aktivis yang aktif mengadvokasi isu pelanggaran HAM. Aparat memastikan penyelidikan akan terus diprioritaskan hingga pelaku berhasil ditangkap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img