Kesejahteraan Anggota Dinilai Terabaikan, BPIKPNPA RI Soroti Agenda Reformasi Polri

Jakarta, tobagoes.com – Ketua Umum BPIKPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyoroti belum masuknya isu kesejahteraan anggota dalam agenda besar reformasi Polri. Ia menilai, selama ini pembahasan reformasi lebih banyak berfokus pada aspek struktural dan penegakan hukum, namun belum menyentuh secara serius kondisi kehidupan para anggota di lapangan.
BACA JUGA  Ketum BPI KPNPA RI Apresiasi Polda Riau, langkah Tegas Tindak Perambah Hutan

Rahmad mengungkapkan, masih banyak anggota Polri, khususnya di wilayah, yang hidup dalam kondisi pas-pasan. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja serta integritas aparat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Reformasi Polri seharusnya tidak hanya bicara soal sistem dan kewenangan, tetapi juga menyentuh aspek mendasar seperti kesejahteraan anggota. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak anggota yang hidupnya jauh dari kata layak,” tegas Rahmad dalam keterangannya.

BACA JUGA  Dewan Pengawas Jadi Tersangka! Dana Perusda Mentawai Dibancak, Negara Rugi Rp7,8 Miliar?

Menurutnya, kesejahteraan merupakan faktor penting dalam membangun institusi kepolisian yang profesional dan berintegritas. Jika kebutuhan dasar anggota belum terpenuhi dengan baik, maka akan sulit mendorong terciptanya pelayanan publik yang optimal.
Rahmad juga mempertanyakan komitmen pemangku kebijakan dalam menjadikan kesejahteraan anggota sebagai prioritas.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Kecam Abu Janda: Stop Sebar Kebencian dan Adu Domba Umat Beragama

Ia menilai, tanpa adanya perhatian serius terhadap hal ini, reformasi Polri berisiko berjalan timpang dan tidak menyentuh akar persoalan.
“Kita ingin Polri yang kuat dan dipercaya masyarakat. Tapi bagaimana itu bisa terwujud jika anggota di bawah masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” lanjutnya.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar: “Ini Bukan Bencana Alam—Ini Pembantaian Ekologis Akibat Pembiaran Negara!”

BPIKPNPA RI pun mendorong pemerintah dan pimpinan Polri untuk segera memasukkan aspek kesejahteraan anggota dalam agenda reformasi secara konkret. Mulai dari peningkatan gaji, tunjangan, hingga fasilitas pendukung yang layak bagi anggota di seluruh wilayah Indonesia.
Rahmad menegaskan, langkah ini bukan hanya demi kepentingan internal Polri, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

BACA JUGA  Heboh! Menyoroti Dugaan Pemerasan Proyek P3-TGAI & SANIMAS di Banten, Setoran Capai 30%

“Jika kesejahteraan anggota diperhatikan, maka dampaknya akan langsung terasa pada kinerja dan profesionalisme. Ini adalah investasi penting bagi masa depan Polri,” pungkasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img