Jakarta, tobagoes.com – Kuasa hukum Roy Suryo dkk, Ahmad Khozinudin, menyatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kini menghadapi tekanan serius terkait polemik dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat ke ruang publik.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (30/12/2025), Khozinudin menyebut secara struktural Pratikno bukan bawahan Joko Widodo, Namun dalam konteks kasus ijazah, ia dinilai memiliki peran tertentu yang patut dikaji lebih lanjut.
Khozinudin menilai Joko Widodo keliru membaca situasi politik. Menurutnya, pihak yang dihadapi bukan aktor politik yang mudah dikendalikan, diintimidasi, atau ditundukkan dengan jabatan dan kekuasaan.
“Lawannya adalah Roy Suryo cs yang didukung sejumlah advokat berlatar aktivis,” ujar Khozinudin.
Ia menambahkan, tekanan terhadap Jokowi tidak hanya datang dari Roy Suryo cs. Lebih luas, menurutnya, ada jutaan rakyat yang memiliki keyakinan serupa terkait keaslian ijazah Jokowi.
“Keyakinan itu sederhana. Mayoritas rakyat tidak percaya foto pria berkacamata dalam ijazah tersebut adalah foto Jokowi,” katanya.
Khozinudin menjelaskan, pada awalnya tim Roy Suryo cs masih meragukan apakah ijazah yang beredar di publik—termasuk yang diunggah oleh Dian Sandi, kader PSI sama dengan dokumen ijazah Joko Widodo yang berasal dari KPU dan KPUD.
Keraguan itu, klaim Khozinudin, terjawab pada 15 Desember 2025 dalam gelar perkara khusus. Ia menyebut dokumen yang diperlihatkan adalah dokumen yang sama.
“Ijazah dengan foto pria berkacamata dan berkumis tipis itu adalah foto orang lain, dan mustahil merupakan foto Joko Widodo” tegas Khozinudin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jokowi maupun institusi terkait atas klaim tersebut.




