Jakarta, tobagoes.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus balik berjalan efektif meski volume kendaraan meningkat signifikan.
Skema one way nasional diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sejak siang tadi. Hingga kini, kondisi lalu lintas dilaporkan tetap terkendali.
“Hingga saat ini kondisi arus lalu lintas memang cukup padat, sesuai prediksi puncak arus balik tanggal 24. Namun berbagai skenario telah disiapkan dan berjalan,” ujar Agus.
Menurut Agus, kepadatan kendaraan yang terjadi masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan berkat pemantauan berbasis teknologi serta sistem traffic counting secara real time.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap dan terukur untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta.
Sehari sebelumnya, jajaran kepolisian di wilayah Jawa Tengah telah lebih dulu menerapkan one way lokal dari KM 459 Tol Salatiga hingga KM 414 Tol Kalikangkung.
Selanjutnya, Korlantas Polri menerapkan skema One Way Sepenggal Presisi dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek.
Tak hanya itu, rekayasa tambahan berupa contraflow dua lajur juga disiapkan di ruas KM 70 hingga KM 36 untuk mengurai kepadatan arus kendaraan.
“Berdasarkan evaluasi di lapangan, dilakukan pula perpanjangan one way arus balik dari KM 459 hingga KM 414 Kalikangkung,” jelasnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di jalan tol, tetapi juga diperluas ke jalur arteri dan jalan nasional, termasuk kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Sejumlah wilayah seperti Banyumas dan Brebes turut disiagakan untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas, terutama pergerakan kendaraan dari jalur alternatif.
Selain itu, lonjakan kunjungan wisata dan mobilitas aglomerasi turut menjadi perhatian serius aparat.
Polri mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di puncak arus balik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan perjalanan secara merata.
Di sisi lain, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga tetap diberlakukan. Penindakan terhadap pelanggaran juga sudah dilakukan di lapangan.
“Kami mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan demi kelancaran dan keselamatan pemudik,” tegas Agus.




