spot_img

Rahmad Sukendar Mendukung Ketahanan Pangan, PSKBI Siap Bersinergi dengan Kejati Banten

Jakarta, toBagoes.com – Ketua Umum Perkumpulan Satria Kita Bangkit Indonesia (PSKBI), Rahmad Sukendar, menyatakan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional dan menyampaikan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai guna.
Menurut Rahmad, isu ketahanan pangan adalah persoalan krusial yang harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa. Ia menilai langkah Kejati Banten dalam mengelola lahan tidur sebagai upaya strategis yang patut didukung.

“PSKBI siap turun langsung ke lapangan untuk mendukung langkah Kejati Banten. Ini bukan sekadar soal lahan, tapi menyangkut masa depan kedaulatan pangan bangsa. Tanpa kemandirian pangan, ketahanan pangan nasional akan rapuh,” tegas Rahmad Sukendar, pada Jumat (18/7/2025).

BACA JUGA  Heboh! Warga Israel Miliki KTP Cianjur, Dirjen Dukcapil Tegaskan Itu Palsu

Ia mengungkapkan bahwa PSKBI telah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terpadu di berbagai daerah. Melalui sinergi yang konkret, ia optimistis dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan manajemen yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat, lahan-lahan tidur bisa disulap menjadi sentra produksi pangan yang menopang kebutuhan lokal bahkan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmad mengajak institusi pemerintah lainnya untuk tidak ragu menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat yang memiliki visi membangun.

BACA JUGA  Syukuran Peringatan HUT ke-80 RI, Satgas Yonif 126/KC Bersama Warga Kombut

“Bangsa ini tak butuh banyak wacana, tapi butuh aksi nyata. Kami terbuka untuk sinergi dengan siapa pun yang memiliki komitmen terhadap pembangunan,” pungkasnya.

PSKBI, tambahnya, akan terus mengawal serta mendorong langkah-langkah konkret demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara pangan.

Mengolah Lahan, Menanam Harapan: Rahmad Sukendar dan PSKBI Dorong Kedaulatan Pangan Lewat Kolaborasi

Di tengah berbagai tantangan global yang mengancam ketersediaan pangan, Indonesia memerlukan lebih dari sekadar kebijakan.

BACA JUGA  Penindakan ODOL Harus Tanpa Toleransi, Korlantas Diminta Bertindak Tegas

Ia butuh aksi konkret di lapangan. Hal inilah yang mendorong Ketua Umum Perkumpulan Satria Kita Bangkit Indonesia (PSKBI), Rahmad Sukendar, untuk melangkah lebih jauh. Tak hanya bersuara, ia dan organisasinya kini siap turun langsung mendukung pengelolaan lahan-lahan tidur menjadi sumber kehidupan baru.

Dalam pernyataannya, Rahmad menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional dan menyampaikan kesiapan PSKBI untuk bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten, yang tengah menggagas pemanfaatan lahan tidak produktif untuk pertanian rakyat.

“Ini bukan hanya soal lahan. Ini soal bagaimana kita menanam harapan dan memanen kemandirian. Jika ketahan pangan kita tergantung pada negara lain, bagaimana mungkin kita bicara soal kedaulatan?” tegas Rahmad.

Dari Lahan Tidur Menuju Ketahanan Pangan

Rahmad meyakini bahwa Indonesia tidak kekurangan sumber daya, baik manusia maupun alam. Yang kurang, menurutnya, adalah pola pikir kolaboratif dan kemauan untuk bekerja sama lintas sektor.

BACA JUGA  Ketum BPI KPNPA RI Puji Kapolda Riau yang Berani Lindungi Hutan Lindung

Langkah Kejati Banten yang mulai mengidentifikasi lahan-lahan tidak produktif, menurutnya, patut dicontoh dan diperluas.

PSKBI sendiri, lanjutnya, telah memiliki peta wilayah dan program pertanian terpadu berbasis masyarakat, mulai dari pelatihan petani muda, distribusi bibit unggul, hingga pemanfaatan teknologi sederhana untuk pertanian skala rumah tangga.

“Kami ingin masyarakat punya akses langsung untuk mengelola tanahnya sendiri. Jangan sampai lahan tidur dikuasai spekulan sementara rakyat kesulitan makan,” kata Rahmad.

Ajakan Sinergi dan Tindakan Nyata

Dalam pesannya, Rahmad juga menyoroti pentingnya kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil. Ia menyayangkan jika masih ada pandangan sempit yang memisahkan peran ormas dan negara.

BACA JUGA  HUT Polri Ke 79 Tahun, Rahmad Sukendar Desak Peningkatan Kesejahteraan Anggota Polri: Budaya Amplop Harus Dihentikan

“Banyak organisasi punya sumber daya, jaringan, bahkan tenaga di akar rumput. Sayang jika tidak dilibatkan hanya karena alasan birokrasi atau prasangka,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak mulai dari kementerian, pemda, hingga aparat penegak hukum untuk membuka ruang kolaborasi. Menurutnya, bangsa ini sudah terlalu lama terjebak dalam wacana dan minim aksi.

“Sekarang waktunya membangun. Bukan saling menyalahkan, tapi saling menguatkan. Kalau kita bisa tanam satu hektare padi, kenapa harus sibuk debat di ruang rapat?”

Dari Banten untuk Indonesia

Kerja sama antara PSKBI dan Kejati Banten bukanlah akhir, melainkan permulaan. Rahmad memastikan bahwa inisiatif ini akan diperluas ke provinsi-provinsi lain, seiring dengan misi PSKBI untuk menjadi bagian dari solusi bangsa, bukan sekadar pengamat dari pinggir lapangan.

BACA JUGA  Kapolsek Jaluko Bukti Hasil Kepedulian atas Pengabdian, Berangkatkan Istri PHL Umroh

Dengan suara lantang, ia menutup pernyataannya:

“Indonesia butuh ketahanan pangan, bukan ketergantungan. Dan kami siap berdiri di barisan depan untuk mewujudkannya.”

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img