Jakarta/ TOBAGOES.COM– Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyoroti serius pengakuan mengejutkan seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang terang-terangan menyebut “kita rampok uang negara dan miskinkan negara”. Menurut Rahmad, pernyataan itu tidak bisa dianggap sepele, melainkan cermin dari adanya praktek korupsi berjamaah yang bisa saja terjadi di tubuh legislatif, baik di daerah maupun pusat.
“Ucapan itu jelas bukan sekadar slip of tongue. Itu indikasi keras bahwa ada budaya korupsi berjamaah yang sudah mengakar. Aparat penegak hukum jangan diam. Segera lakukan pemeriksaan dengan bukti video yang sudah beredar luas di media sosial. Itu pintu masuk awal untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi,” tegas Rahmad, Sabtu (20/9/2025).
Ia menambahkan, pernyataan jujur dari seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo sebenarnya bisa menjadi momentum penting untuk membuka tabir gelap praktik penyalahgunaan wewenang di lembaga legislatif. “Kalau benar seperti itu, berarti uang rakyat yang seharusnya untuk pembangunan justru dirampok. Dan ini adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmad mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cerdas dan sadar politik. Ia menegaskan, pemilih harus benar-benar selektif agar kasus seperti ini tidak terulang di masa depan.
“Sudah saatnya kita berhenti memilih wakil rakyat seorang Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang hanya menjadikan jabatan sebagai ladang untuk memperkaya diri dan kelompok. Pilihlah mereka yang benar-benar punya integritas dan mau bekerja untuk rakyat, bukan perampok berkedok pejabat,” pungkasnya(*)
Editor : Melida Sianipar




