Ratusan Warga Tangerang Selatan Langsung Tumplek di DPRD: Tekad Bersatu Jaga Kota dari Anarkisme

TANGERANG SELATAN – Siang  di halaman Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Banten, terasa berbeda. Ratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat tumplek ruah. Ada tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga komunitas ojek online. Namun mereka bukan datang untuk marah, melainkan untuk berikrar menjaga kedamaian kota tempat mereka hidup.

Momen itu menghadirkan suasana haru. Ratusan warga berdiri sejajar, menyatukan suara dalam sebuah tekad: Tangsel harus tetap damai, terhindar dari anarkisme dan provokasi.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar: Kejari Lingga Tak Serius Usut Dugaan Korupsi Proyek Bonsai

Gelombang aksi unjuk rasa yang marak belakangan ini, terutama yang berujung ricuh di Jakarta hingga menelan korban jiwa, menjadi latar keprihatinan warga Tangsel. Mereka tidak ingin kota yang dikenal sebagai kota pendidikan dan hunian ini ternodai oleh kekerasan dan perusakan fasilitas umum menolak kekerasan , menjada kedamaian.

“Kita datang ke sini untuk menyampaikan tekad bahwa kita, masyarakat Tangerang Selatan, menginginkan kedamaian, ketenteraman, dan kita jangan sampai terprovokasi atas tindakan anarkis,” ucap salah seorang warga dengan lantang. Suaranya disambut tepuk tangan dan anggukan setuju dari barisan massa.

BACA JUGA  Reskrim Polsek Pasir Penyu Mengungkap IRT Muda Pengedar Sabu di Pasir Penyu Inhu

Di tengah kerumunan, tampak pula Jaja, anggota keluarga besar komunitas ojek online Tangsel. Ia berdiri dengan wajah tegas, namun suaranya bergetar ketika berbicara. Tragedi menimpa rekan seprofesinya, Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang meregang nyawa. Namun Jaja menegaskan, duka itu tidak boleh berubah menjadi amarah yang membabi buta.

“Kami tidak mau dibenci oleh masyarakat, kami juga tidak mau dibenci oleh kepolisian. Apabila lihat ojol melakukan anarkis, kita tangkap dan cek apakah dia punya akun, karena kebanyakan tidak punya,” ujarnya.

BACA JUGA  Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Bintang Baru Kabinet, Popularitas Gibran Terjun Bebas!

Pesannya sederhana namun mengena: perjuangan untuk keadilan tidak boleh ditempuh dengan jalan kekerasan.

Para wakil rakyat Tangsel tak tinggal diam. Anggota DPRD Tangsel, Julham Firdaus, turun langsung menemui massa. Dengan penuh apresiasi, ia menyambut tekad masyarakat yang memilih damai.

“Dengan momen ini, bismillah, para wakil rakyat, pelayan masyarakat di Tangerang Selatan terus bekerja dan melayani masyarakat. Ini cambuk buat kita semua untuk lebih mendengar lagi, peka lagi, dan empati lagi,” kata Julham.

BACA JUGA  Cabuli Anak 15 Tahun, Anggota DPRD Depok Dihukum 10 Tahun! Di Mana Hati Nurani?

Ucapan itu mengalir tulus, seakan menjadi jembatan antara suara rakyat dan gedung dewan.

Aksi ditutup dengan doa bersama. Ratusan orang menundukkan kepala, sebagian terisak lirih. Doa terpanjatkan untuk kedamaian Tangerang Selatan, sekaligus untuk mendiang Affan Kurniawan.

BACA JUGA  KPK Gerak Cepat Kaji Putusan MK soal Penugasan Polisi di Luar Polri

Langit sore di atas Gedung DPRD Tangsel seakan menjadi saksi. Di tengah ancaman anarkisme yang kerap muncul, warga Tangsel memilih jalan berbeda: jalan persatuan, jalan doa, dan jalan damai.

Editor: Melida Sianipar

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img