Jakarta, tobagoes.com – Kasus viral pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbuntut panjang. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap fakta mengejutkan: pria tersebut diketahui memiliki hingga tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kepemilikan SPPG bukanlah untuk tujuan bisnis atau mencari keuntungan pribadi.
“Ini bukan bisnis ya. Ini program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak,” tegas Nanik, Selasa (24/3/2026).
BGN langsung mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara (suspend) satu SPPG yang sudah beroperasi. Sementara itu, enam titik lainnya yang belum berjalan akan berada dalam pengawasan ketat.
Menurut Nanik, pelanggaran utama terletak pada ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis (juknis), khususnya terkait tata letak dapur.
“Layout dapurnya tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan dalam juknis,” jelasnya.
Tak hanya soal teknis, aksi pria tersebut yang membuat konten joget di dalam dapur MBG tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) juga menuai kritik keras.
Padahal, dalam video yang beredar, terlihat petugas lain tetap mengenakan APD lengkap saat melakukan proses pemorsian makanan.
BGN menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi mencoreng kredibilitas program nasional.
“Saya juga tidak suka, bikin konten di dapur tanpa APD. Itu jelas salah,” ujar Nanik.
Video viral itu semakin memicu polemik setelah pria tersebut disebut-sebut memamerkan penghasilan hingga Rp6 juta per hari dari operasional SPPG.
Narasi tersebut memicu reaksi publik yang mempertanyakan transparansi dan tujuan program MBG.
BGN kembali menegaskan bahwa program ini bukan ladang bisnis, melainkan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh mitra SPPG agar mematuhi aturan dan tidak menyalahgunakan program untuk kepentingan pribadi atau konten sensasional.
BGN menekankan pentingnya menjaga standar operasional, etika, serta tujuan utama program, yakni meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.




