Diskusi Kebangsaan Langkah Muda: Kritik Akademik Bukan Ancaman, Tapi Kunci Perbaikan Demokrasi

tobagoes.com.sumbar  -Langkah Muda menggelar Diskusi Kebangsaan bertajuk “Ketika Ucapan atau Jurnal Dianggap Mengganggu: Jerat Hukum bagi Akademisi Pembongkar Kegagalan Swasembada” pada Sabtu malam (26/4). Kegiatan yang berlangsung di Dunsanak Cafe ini dihadiri mahasiswa serta pegiat literasi dan dimulai pukul 19.30 WIB selama kurang lebih dua jam.

Diskusi ini menghadirkan Founder Langkah Muda, Ma’ruf Zhaqi Akmal Hidayat, dan penggiat media serta literasi digital, Seprigo Rizkan. Keduanya membedah peran kritik akademik dalam demokrasi yang dinilai semakin krusial di tengah dinamika kebijakan publik.

Ma’ruf Zhaqi menegaskan bahwa kritik akademik bukan ancaman, melainkan bagian penting dari kontrol sosial yang sehat. Ia menyebut, kebijakan publik yang berkualitas lahir dari keterbukaan terhadap masukan, bukan dari pembungkaman suara kritis.

“Dalam perspektif kepemimpinan, kritik dari akademisi adalah fondasi perbaikan kebijakan. Tanpa kritik, arah kebijakan berisiko menyimpang,” ujarnya.

Sementara itu, Seprigo Rizkan menyoroti meningkatnya tekanan terhadap kebebasan berpendapat, khususnya di ruang digital. Ia menilai fenomena ini berpotensi menggerus nalar publik jika tidak disikapi dengan bijak.

“Kritik bukan ancaman bagi negara, justru bagian dari amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika kritik terus dianggap sebagai pelanggaran, maka yang hilang bukan hanya suara, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta. Berbagai pertanyaan mengemuka, terutama terkait batas antara kritik dan pelanggaran hukum, serta pentingnya perlindungan terhadap kebebasan akademik.

Sejumlah peserta juga menyinggung kasus yang melibatkan akademisi dan perlunya jaminan ruang aman bagi kebebasan berpikir dan berekspresi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Melalui forum ini, Langkah Muda berharap ruang diskusi terbuka terus berkembang sebagai wadah bertukar gagasan. Generasi muda didorong tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mampu menyampaikan kritik secara bertanggung jawab dan konstruktif.

BACA JUGA  Bawaslu Kota Sawahlunto Ucapkan Selamat HUT ke-18 Bawaslu RI, Tegaskan Komitmen Mengukuhkan Demokrasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img