Sahabat Polisi dan BPI KPNPA RI Dukung Bersih-Bersih Polri, Siap Turunkan Massa ke Mabes Polri

Reformasi Polri Jangan Tebang Pilih

JAKARTA, tobagoes.com – Agenda reformasi dan bersih-bersih internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Sahabat Polisi Indonesia bersama Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menyatakan siap menggelar aksi damai di depan Markas Besar (Mabes) Polri.

Dukungan tersebut ditujukan kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto agar pembenahan institusi kepolisian berjalan konsisten, transparan, dan menyentuh seluruh jajaran tanpa terkecuali.

Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, mengatakan langkah pembenahan internal Polri merupakan harapan masyarakat yang menginginkan institusi kepolisian lebih bersih, profesional, dan berintegritas.

Menurut Fonda, sosok Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dinilai memiliki harapan untuk membawa perubahan serta memperbaiki citra institusi kepolisian di tengah masyarakat.

“Sejak awal, memang ada harapan baru atas berjalannya agenda reformasi dan perbaikan institusi kepada Jenderal Suyudi Ario Seto. Figur Jenderal Suyudi juga dinilai relatif bersih dan punya komitmen untuk memperbaiki wajah institusi Polri,” ujar Fonda dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (4/11/2026).

Reformasi Polri Jangan Hanya Berhenti pada Penindakan Oknum

Fonda menegaskan, agenda bersih-bersih internal Polri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan tanpa pungutan biaya, tetapi juga menginginkan respons petugas yang cepat, profesional, dan tidak berbelit-belit.

Ia berharap penindakan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran dapat menjadi pintu masuk untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian secara menyeluruh.

“Perbaikan layanan publik juga paling ditunggu masyarakat. Setelah oknum petugas kepolisian yang nakal ditindak, perbaikan layanan akan lebih mudah dilakukan,” katanya.

BACA JUGA  Geger Pernyataan BPI KPNPA RI! Rahmad Sukendar: Bukan Hoaks, Reformasi Kejaksaan Gagal!

Sebagai bentuk dukungan, Sahabat Polisi Indonesia bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil berencana menggelar aksi damai di depan Mabes Polri dalam waktu dekat.

Fonda menyebut aksi tersebut menjadi simbol dukungan masyarakat terhadap agenda reformasi yang sedang didorong di tubuh Polri.

“Ya, kami bersama segenap elemen organisasi masyarakat sipil lain akan menggelar aksi massa dalam waktu dekat. Pesannya jelas: jangan ganggu Kapolri Suyudi,” tegasnya.

BPI KPNPA RI Siap Kerahkan Massa, tetapi Tetap Kritis

Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar. Ia menilai kepemimpinan Polri yang terbuka terhadap kritik, dekat dengan masyarakat, serta bersedia mendengarkan aspirasi rakyat sangat penting untuk memulihkan kepercayaan publik.

Rahmad menegaskan BPI KPNPA RI siap mendukung langkah Kapolri dalam melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan Mabes Polri.

Menurutnya, Polri harus mampu membangun institusi yang profesional, transparan, berintegritas, serta memberikan pelayanan yang berkeadilan kepada seluruh masyarakat.

“Dukungan masyarakat kepada Kapolri Jenderal Suyudi terus mengalir. BPI KPNPA RI akan memberikan dukungan terhadap langkah bersih-bersih di lingkungan Mabes Polri. Kami ingin Polri semakin profesional, transparan, berintegritas, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Rahmad, Rabu (4/11/2026).

Tidak sekadar menyampaikan dukungan melalui pernyataan, Rahmad memastikan organisasinya juga berencana mengerahkan massa untuk mengikuti aksi damai sebagai bentuk dukungan moral terhadap Kapolri dan jajaran kepolisian.

Ia berharap aksi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar janji reformasi.

“Kami bukan hanya memberikan dukungan melalui pernyataan. BPI KPNPA RI siap membawa massa untuk menggelar aksi damai mendukung Kapolri dan jajaran Polri. Kami ingin menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang berharap Polri menjadi institusi yang bersih, kuat, profesional, dan benar-benar berpihak kepada keadilan,” ungkapnya.

BACA JUGA  HUT Polri Ke 79 Tahun, Rahmad Sukendar Desak Peningkatan Kesejahteraan Anggota Polri: Budaya Amplop Harus Dihentikan

Kapolri Diminta Tidak Tebang Pilih dalam Menindak Pelanggaran

Lebih jauh, Rahmad meminta Kapolri tidak ragu melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran apabila ditemukan pelanggaran maupun penyalahgunaan kewenangan.

Ia menekankan bahwa reformasi internal Polri tidak boleh hanya menyasar anggota berpangkat rendah. Penegakan disiplin dan pemberian sanksi harus berlaku adil terhadap seluruh personel, termasuk pejabat yang memiliki jabatan strategis.

Rahmad juga mengingatkan bahwa dukungan BPI KPNPA RI bukan berarti memberikan kebebasan tanpa pengawasan kepada institusi kepolisian.

Sebagai lembaga kontrol sosial, BPI KPNPA RI tetap berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan, menyampaikan kritik, serta mengawal laporan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius aparat penegak hukum.

“Kami mendukung institusinya dan mendukung pembenahannya, tetapi tetap akan kritis apabila ditemukan penyimpangan. Jangan alergi terhadap kritik masyarakat. Justru kritik dan masukan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki institusi Polri,” tegas Rahmad.

Ia juga meminta seluruh jajaran kepolisian membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat. Setiap pengaduan harus ditindaklanjuti secara profesional, sedangkan anggota yang terbukti melanggar wajib diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum.

Polri Harus Buktikan Reformasi Lewat Tindakan Nyata

Rahmad menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi keberlangsungan institusi kepolisian. Karena itu, komitmen reformasi harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sebatas pernyataan atau slogan.

Ia berharap Polri benar-benar menjadi institusi yang memberikan perlindungan dan keadilan kepada masyarakat, sekaligus memastikan tidak ada anggota yang berlindung di balik jabatan maupun kekuasaan ketika melakukan pelanggaran.

“Polri harus menjadi rumah bagi masyarakat pencari keadilan, bukan tempat berlindung bagi oknum yang menyalahgunakan kewenangan. Siapa pun yang melakukan pelanggaran harus ditindak, tanpa melihat pangkat, jabatan, maupun kedekatannya dengan kekuasaan,” ujarnya.

BACA JUGA  Menteri P2MI Jemput Jenazah Pekerja Migran Asal Cilacap di Soetta

Rahmad menegaskan BPI KPNPA RI siap memberikan dukungan sekaligus mengawal proses pembenahan internal Polri agar berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Harapan kami, Kapolri terus diberikan kekuatan untuk melakukan pembenahan internal. Kami siap memberikan dukungan dan mengawal prosesnya. Polri yang bersih, profesional, dan berintegritas adalah harapan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Rencana aksi damai Sahabat Polisi Indonesia dan BPI KPNPA RI tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tuntutan reformasi kepolisian, terutama dalam hal transparansi, peningkatan pelayanan publik, serta penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran tanpa pandang bulu.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img