Jakarta, toBagoes.com – Desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya kian menguat. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai posisi Kapolri saat ini sudah kehilangan dukungan publik. Menurutnya, langkah paling bermartabat adalah mengundurkan diri secara legowo.
“Desakan mundur Kapolri karena publik sudah muak. Terlalu lama Listyo Sigit bertahan tanpa memberikan perubahan nyata. Kapolri harus punya nurani untuk mundur, sebagaimana ditunjukkan Rahayu Saraswati dan Sri Mulyani yang berani melepas jabatan demi harga diri dan kepentingan bangsa,” tegas Rahmad, kepada awak media, pada hari, Selasa (16/9/2025).
Rahmad menilai kegagalan terbesar Polri saat ini bukan hanya lemahnya penegakan hukum, tetapi juga mental dan akhlak aparat yang tak kunjung berubah. Alih-alih hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, sebagian justru masih sibuk dengan pencitraan, janji kosong, dan retorika belaka.
“Yang dibutuhkan rakyat bukan jargon reformasi kepolisian. Yang diperlukan adalah perubahan total mental dan moral polisi agar benar-benar berdiri di sisi rakyat, bukan sekadar main sandiwara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sistem rekrutmen dan mutasi di tubuh Polri yang dinilainya masih dikuasai lingkaran tertentu. Kondisi ini membuat peluang menjadi anggota Polri maupun menduduki jabatan strategis hanya bisa diakses oleh kalangan “orang dalam”.
“Selama rekrutmen dan mutasi masih dimainkan segelintir orang, jangan harap Polri bisa berbenah. Reformasi hanya akan jadi slogan murahan,” katanya.
Menurut Rahmad, Polri adalah ujung tombak penegakan hukum dan penjaga keamanan negara. Jika kepercayaan publik terus runtuh, legitimasi Polri akan hancur dan hal ini berbahaya bagi masa depan bangsa. Karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi kinerja Kapolri.
“Presiden harus berani mengambil keputusan tegas. Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan total, karena itu akan sulit dipulihkan. Regenerasi kepemimpinan Polri harus segera dilakukan demi mengembalikan marwah institusi,” tambahnya.
Sejumlah kalangan masyarakat sipil juga menyuarakan hal serupa. Mereka menilai pergantian pucuk pimpinan Polri merupakan jalan paling realistis untuk membuka ruang reformasi menyeluruh di tubuh kepolisian.
Presiden Prabowo sendiri disebut tengah menyiapkan reformasi di tubuh Polri. Kabar pergantian Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo berembus kencang sejak Jumat (12/9/2025) malam.
Bahkan beredar isu sudah ada surat presiden ke DPR terkait penggantian itu, meski pimpinan DPR hingga siang ini mengaku belum menerima surat dimaksud.




