Harga Getah Karet Naik Drastis ke Rp20.000, Benarkah Petani Akhirnya Menang?

PESISIR SELATAN, tobagoes.com – Harga getah karet di tingkat petani Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan tren drastis kenaikan tajam. Dari sebelumnya stagnan di kisaran Rp10.000 per kilogram, kini harga diprediksi bisa menembus Rp20.000 per kilogram. Kabar ini memicu optimisme, sekaligus kekhawatiran di kalangan petani karet.

Kenaikan harga getah karet dipicu oleh menurunnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan pasar domestik dan global. Curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Barat membuat aktivitas penyadapan terganggu, sehingga produksi karet rakyat menurun drastis.

Selain faktor cuaca, kebangkitan industri berbasis karet alam turut mendorong harga. Sektor otomotif dan manufaktur global mulai meningkatkan kebutuhan bahan baku, seiring membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Bagi petani karet, kenaikan harga ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun tertekan. Harga Rp10.000 per kilogram selama ini dinilai tidak menutup biaya produksi dan tenaga kerja.

“Kalau benar bisa stabil di Rp20.000, kebun karet yang lama kami tinggalkan bisa diaktifkan lagi,” ujar seorang petani karet di Pesisir Selatan.

Meski begitu, petani tetap waspada. Pengalaman pahit menunjukkan harga karet sering melonjak sesaat, lalu turun drastis tanpa peringatan, membuat petani kembali merugi.

Pengamat komoditas menilai kenaikan harga karet berpeluang bertahan dalam jangka pendek hingga menengah, selama pasokan masih terbatas dan permintaan global tetap tinggi. Namun, stabilitas harga sangat bergantung pada produksi daerah lain, nilai tukar, serta persaingan dengan karet sintetis.

Jika produksi kembali normal dan pasokan membanjir, harga karet berpotensi kembali tertekan. Risiko ini menjadi perhatian serius bagi petani.

Di tengah momentum kenaikan harga, peran pemerintah daerah dinilai krusial. Pengawasan rantai distribusi, penguatan koperasi petani, serta kebijakan penyangga harga perlu segera diperkuat.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Mendesak Kejagung Bongkar : “Jangan Lindungi Siapa Pun, Seret Semua yang Terlibat!”

Tanpa intervensi yang jelas, kenaikan harga dikhawatirkan hanya menguntungkan tengkulak dan pedagang besar, sementara petani tetap berada di posisi lemah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img