Darurat Internal PPP — Habil Marati Serukan Revolusi Kepengurusan

Surabaya, tobagoes.com— Mantan Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati menyerukan konsolidasi total agar partai berlambang Kabah itu kembali berpengaruh menjelang 2029. Pernyataan disampaikan pada acara silaturahmi habaib, kiai, dan tokoh PPP se-Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025).
BACA JUGA  Menkopolkam Sudah Diganti, Kepala BIN Diminta Segera Dicopot karena Gagal Deteksi Dini

Habil menilai keterpurukan Partai Persatuan Pembangunan bukan karena ideologi atau basis umat, melainkan akibat perilaku kader yang tidak loyal dan menjadikan partai sebagai alat personal. Pernyataan itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya sejak era 1990-an hingga menjabat sebagai Bendahara Umum pasca-Muktamar 1999.

“Saya ini orang Sulawesi. Saya berbicara berdasarkan fakta, bukan kepentingan. Partai Persatuan Pembangunan  dulu partai penuh ideologi, sekarang dieksploitasi oleh mereka yang hanya ingin menikmati kekuasaan,” kata Habil dalam keterangan yang diterima, Minggu (19/10/2025).

BACA JUGA  G20 Afrika Selatan: Gibran Wakili Prabowo Sampaikan Sikap Indonesia soal Isu Global

Ia merinci masalah internal: efektivitas pengurus yang rendah dalam membangun basis suara, manipulasi pencalonan figur eksternal, dan dugaan penyalahgunaan dana saksi pada pemilu lalu. Menurut Habil, pola itu membuat PPP kehilangan kepercayaan konstituen tradisionalnya.

Habil juga menyoroti kegagalan membaca peta politik nasional, termasuk keputusan dukungan kepada kandidat yang dinilai tidak sejalan dengan nilai dasar partai. Karena itu ia mendesak perombakan struktur organisasi dan menolak hasil muktamar yang dianggap cacat legitimasi.

“PPP harus kembali menjadi partai perjuangan, bukan kendaraan sementara bagi orang yang ingin meraih jabatan. PPP ini amanah ulama, bukan alat transaksi politik,” tegas Habil.

Di hadapan para kiai dan tokoh Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur, Habil mengajak gerakan penyelamatan dari dalam: membersihkan kepengurusan yang tidak produktif, mengembalikan marwah partai, dan menguatkan basis umat Islam sebagai tumpuan menuju 2029.

BACA JUGA  Berhasil Ungkap Tambang Ilegal dan BBM Subsidi, Dit Tipidter Bareskrim Polri dapat Penghargaa BPI KPNPA RI 

Meski begitu, Habil menyatakan komitmen mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto, namun dengan syarat Partai Persatuan Pembangunan berdiri tegak atas prinsip dan marwahnya sendiri. Ia memperingatkan, tanpa pembersihan internal, partai berisiko mengulang siklus kehancuran.

Editor:Melida S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img