Jakarta,tobagoes.com — Media sosial kembali geger. Akun Instagram resmi Aqua menjadi bulan-bulanan netizen usai terungkap bahwa sumber air produk tersebut ternyata berasal dari hasil bor tanah, bukan dari mata air pegunungan seperti yang selama ini diklaim dalam iklannya.
Dalam unggahan akun @sehatAqua pada Rabu (23/10/2025), perusahaan menampilkan beberapa pemain timnas Indonesia sedang meminum Aqua dengan tagline “Aqua, Sejuknya Alami.” Namun, alih-alih mendapat pujian, kolom komentar justru dipenuhi cibiran.
“AIR SUMUR BOR,” tulis akun @pengintipkomentar dengan nada menyindir.
Beberapa pengguna lain menyanjung keberanian seorang karyawan yang jujur mengungkap sumber air Aqua ke publik.
“Salut sama karyawannya bisa jujur klo itu aer sumur,” tulis akun @hanaahoneey.
“100% air tanah,” sahut akun @rsyandria.
“Aqua sejuknya alami sesejuk sumur bor,” seloroh akun @rumahtipstik.
Polemik ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) di pabrik Aqua, Subang. Dalam video yang viral di media sosial, seorang perwakilan perusahaan menyebut sumber air Aqua diambil dari pengeboran dalam tanah.
“(Sumber) airnya dari bawah tanah, Pak,” ujar perwakilan perusahaan menjawab pertanyaan KDM. Mendengar hal tersebut, KDM tampak terkejut.
“Oh, ini dibor ngambil airnya? Saya kira dari mata air atau sungai. Berarti bukan dari mata air, ya?” tanya KDM memastikan.
Perwakilan perusahaan membenarkan bahwa air diambil dari tanah dalam melalui proses pengeboran.
KDM kemudian menyoroti potensi kerusakan lingkungan akibat eksploitasi air tanah, mengingat pabrik Aqua di Subang mampu memproduksi lebih dari 2 juta liter air per hari.
Fakta ini memunculkan gelombang kekecewaan publik, sebab dalam berbagai iklan resminya, Aqua selalu menegaskan bahwa sumber airnya berasal dari “gunung-gunung terpilih” dan disaring secara alami tanpa proses rekayasa.
Dalam salah satu iklan yang tayang di YouTube resmi Aqua berjudul “Aqua 100% Murni Air Mineral Pegunungan”, narasi yang digunakan berbunyi:
“Aqua berasal dari gunung-gunung terpilih, bukan tempat yang mudah tercemar. Aqua disaring oleh lapisan bebatuan pelindung tanpa proses rekayasa. Aqua mengandung mineral alami tanpa tambahan zat berbahaya, sehingga Aqua terasa dingin tanpa didinginkan.”
Namun, setelah temuan sidak di Subang, publik dan netizen mempertanyakan keaslian klaim tersebut.
Netizen mendesak pihak Aqua untuk memberikan klarifikasi resmi terkait sumber air dan praktik produksi yang dilakukan, agar konsumen tidak merasa tertipu oleh pesan iklan yang menyesatkan.
Pengamat komunikasi publik menilai, kasus ini bisa menjadi krisis reputasi serius bagi Aqua, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pelopor air mineral alami di Indonesia.
Apabila tidak segera diklarifikasi secara terbuka, isu ini berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen terhadap brand legendaris tersebut.
Editor:Melida S



