Jakarta, tobagoes.com — Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai telah membawa perubahan besar terhadap arah politik luar negeri Indonesia.
Menurut Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi Indonesia menjadi lebih berani, terbuka, dan strategis di kancah global.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube pribadi, Kamis (23/10/2025), Teguh menilai hubungan Indonesia dengan sejumlah negara besar kini menunjukkan kemajuan signifikan.
“Kita bisa melihat perubahan sikap negara-negara kunci di Dewan Keamanan PBB terhadap isu Palestina. Itu sangat dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan Indonesia yang kini lebih terbuka dan saling menghormati,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Presiden menekankan keseimbangan antara diplomasi kemanusiaan dan kepentingan nasional, di mana Indonesia kini aktif menawarkan solusi konkret di berbagai forum internasional, bukan sekadar menjadi pengamat.
“Presiden menyoroti adanya standar ganda dalam tatanan dunia dan menyatakannya secara terbuka di berbagai forum, termasuk di negara-negara Muslim. Sikap ini menunjukkan posisi Indonesia yang berani dan independen,” jelasnya.
Teguh juga menyoroti pendekatan baru Indonesia terhadap isu Palestina, di mana pemerintah mendorong proses de-radikalisasi kelompok perlawanan dan menekankan pentingnya kedua pihak menurunkan senjata sebelum berdialog.
“Model yang dibangun Indonesia adalah memastikan kedua pihak berhenti bertempur lebih dulu. Itu langkah konkret untuk perdamaian,” katanya.
Terkait video viral percakapan antara Presiden Prabowo dan mantan Presiden AS Donald Trump, Teguh menilai hal tersebut bagian dari komunikasi informal antar pemimpin dunia.
Menurutnya, gaya komunikasi Prabowo yang hangat dan tidak kaku justru menjadi kekuatan tersendiri dalam diplomasi internasional.
“Kalau komunikasi formal itu biasa, protokoler. Tapi kemampuan Prabowo membuat Trump memperhitungkan Indonesia, itu yang perlu diapresiasi,” ujarnya.
Selama satu tahun masa pemerintahannya, Prabowo tercatat telah melakukan 32 kunjungan kenegaraan ke 22 negara.
Kunjungan tersebut mencakup kerja sama investasi, perdagangan, pertahanan, hingga konferensi tingkat tinggi (KTT) internasional.
Negara pertama yang dikunjungi setelah pelantikan pada 20 Oktober 2024 adalah China, menandai penguatan hubungan ekonomi dan geopolitik.
Kunjungan ke Beijing pada 9 November 2024 menghasilkan investasi senilai USD 10,07 miliar atau sekitar Rp157,6 triliun, mencakup sektor ketahanan pangan, energi, hilirisasi tambang, serta riset dan teknologi.
Selain itu, tujuh nota kesepahaman (MoU) ditandatangani, termasuk kerja sama ekspor kelapa segar Indonesia ke China dan pengembangan perikanan tangkap berkelanjutan.
Prabowo juga aktif hadir di forum dunia seperti Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York dan perundingan damai Gaza di Mesir.
“Diplomasi aktif yang dilakukan Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia kini bukan lagi penonton, melainkan pemain penting dalam percaturan global,” pungkas Teguh.
editor:Melida S




