BPI KPNPA RI Perluas Diskusi Publik, Rahmad Sukendar Siapkan Aksi Damai Ratusan Massa di Mabes Polri

Sukendar: Sosialisasikan Visi Kapolri, Polisi Sahabat Masyarakat

TANGERANG SELATAN, tobagoes.com – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) mulai memperluas gerakan sosialisasi visi kepolisian yang humanis melalui diskusi publik di berbagai daerah. Organisasi tersebut juga berencana menggelar aksi damai dengan melibatkan ratusan massa di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Langkah tersebut disampaikan Ketua Umum BPI KPNPA RI, Dr. (H.C.) TB. Rahmad Sukendar, S.Sos., S.H., M.H., dalam kegiatan diskusi publik bersama Sahabat Jawara Bersatu di Warkop Cagar Alam, Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/11/2026).

Mengangkat tema “Polisi Sahabat Masyarakat, Polisi Hadir untuk Masyarakat, Polisi Dekat dan Cinta Masyarakat“, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur kepolisian, tokoh masyarakat, alim ulama, budayawan, pendekar, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas). Sejumlah pejabat kepolisian yang turut hadir di antaranya Irwasda Polda Metro Jaya, Wakapolres Tangerang Selatan, dan Kapolsek Pondok Aren.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta masukan mengenai pelayanan kepolisian dan penegakan hukum di tengah masyarakat.

Rahmad Sukendar: Polisi Jangan Ditakuti, tetapi Harus Dekat dengan Rakyat

Rahmad Sukendar menegaskan, diskusi publik tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan BPI KPNPA RI untuk membangun komunikasi dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Menurutnya, BPI KPNPA RI akan membawa kegiatan serupa ke sejumlah daerah guna menyosialisasikan semangat dan visi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tentang pentingnya mewujudkan Polri yang dekat, humanis, dan dicintai masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. BPI KPNPA RI akan mulai bergerak ke berbagai daerah untuk mengadakan diskusi publik dan sosialisasi tentang pentingnya mewujudkan Polisi Sahabat Masyarakat. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat memahami bahwa Polri dan masyarakat harus berjalan beriringan,” ujar Rahmad.

BACA JUGA  KONI Padang Dukung Atlet Bola Tangan Sumbar Tampil di Kejuaraan Nasional

Ia menekankan bahwa keberadaan polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat, baik dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan maupun penegakan hukum.

Rahmad juga mengingatkan bahwa profesionalisme, transparansi, dan keadilan harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Polisi harus dekat dengan rakyat, bukan ditakuti rakyat. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan rasa keadilan,” tegasnya.

BPI KPNPA RI Siapkan Aksi Damai di Mabes Polri, Ratusan Massa Akan Dikerahkan

Tidak hanya menggelar diskusi publik, BPI KPNPA RI juga mengungkapkan rencana menggelar aksi damai di Mabes Polri dalam waktu dekat.

Rahmad menyebutkan, aksi tersebut akan melibatkan ratusan massa dari berbagai elemen BPI KPNPA RI. Aksi direncanakan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus dukungan moral terhadap pelaksanaan tugas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Menurutnya, gerakan tersebut membawa pesan penting agar semangat Polisi Sahabat Masyarakat benar-benar diwujudkan dalam pelayanan kepolisian sehari-hari.

“Kami akan mengerahkan ratusan massa BPI KPNPA RI untuk menyampaikan aspirasi secara damai di Mabes Polri. Ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap upaya pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian,” ungkap Rahmad.

Meski menyatakan dukungan terhadap institusi Polri, Rahmad menegaskan bahwa dukungan masyarakat tidak boleh menghilangkan fungsi kritik dan pengawasan.

Ia menilai, kritik konstruktif merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan institusi kepolisian sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Jangan alergi terhadap kritik masyarakat. Kritik dan masukan adalah bagian dari demokrasi. Kami ingin Polri semakin terbuka, semakin humanis, dan semakin dipercaya masyarakat. Dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan,” tambahnya.

Diskusi Publik Akan Menjangkau Berbagai Daerah

BPI KPNPA RI bersama Sahabat Jawara Bersatu berkomitmen melanjutkan diskusi publik dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat di berbagai daerah.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Tindaklanjuti Kasus Korupsi Sport Center dan Situ Ranca Gede Jakung

Tokoh agama, tokoh budaya, komunitas jawara, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat akan dilibatkan untuk memperkuat komunikasi dengan institusi kepolisian.

Rahmad menyebutkan terdapat tiga semangat utama yang ingin dibangun melalui gerakan tersebut.

Pertama, Polisi Sahabat Masyarakat, yakni menciptakan hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan rakyat.

Kedua, Polisi Hadir untuk Masyarakat, yaitu memastikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ketiga, Penegakan Hukum Berkeadilan, yakni mendorong kepastian hukum yang profesional, transparan, dan tidak pandang bulu.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Mari kita kawal bersama agar semangat Polisi Sahabat Masyarakat benar-benar terwujud dalam pelayanan sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui diskusi publik dan rencana aksi damai tersebut, BPI KPNPA RI berharap terbangun kemitraan yang lebih kuat antara masyarakat dan Polri.

Dukungan, kritik, serta pengawasan publik diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong institusi kepolisian yang semakin profesional, transparan, humanis, dan dipercaya masyarakat.(RED)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img