Jumlah Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung Terus Bertambah

TULUNGAGUNG, TABOGOES.COM, – Jumlah korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, terus bertambah. Hingga Senin (13/1/2025), sebanyak 61 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Tulungagung, Ana Sapti Saripah, mengatakan empat siswa di antaranya harus dirujuk ke RSUD Campurdarat untuk penanganan lebih lanjut.

“Ada 61 anak yang mengalami gejala keracunan, empat di antaranya dirujuk ke RSUD Campurdarat,” ujar Ana Sapti Saripah.

BACA JUGA  72 Siswa Keracunan, Program Makan Gratis Berujung Petaka? DPR Minta SPPG Ditutup Tanpa Ampun!

Menurut Ana, peningkatan jumlah korban terjadi karena lebih dari 1.000 siswa mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut. Gejala yang muncul berbeda-beda tergantung daya tahan tubuh masing-masing anak.

“Rata-rata mereka mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Kategorinya ringan hingga sedang, dan Alhamdulillah semuanya sudah berangsur membaik,” katanya.

Pihak Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua siswa SMPN 1 Boyolangu agar terus memantau kondisi anak selama 24 jam setelah mengonsumsi MBG. Jika timbul gejala keracunan, anak diminta segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Apresiasi OTT KPK di Madiun: Alarm Bahaya bagi Kepala Daerah?

“Kami siapkan puskesmas di sekitar Boyolangu, seperti Puskesmas Boyolangu, Bangunjaya, Beji, dan Kauman. Sedangkan rujukan utamanya ke RSUD Campurdarat dan RSUD dr Iskak,” tambah Ana.

Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro, mengatakan pihaknya kini fokus menangani para siswa yang mengalami gejala keracunan.

“Yang sakit-sakit ini kita selamatkan dulu. Ada yang dirawat di puskesmas dan ada juga yang dirujuk ke rumah sakit,” ujar Bagus.

BACA JUGA  𝐏𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐥𝐢𝐚𝐭 𝐄𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢 𝐃𝐡𝐚𝐫𝐦𝐚𝐬𝐫𝐚𝐲𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟓: 𝐌𝐚𝐲𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚𝐭𝐨𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐚𝐮𝐢 𝐑𝐚𝐭𝐚-𝐑𝐚𝐭𝐚 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐢𝐧𝐬𝐢

Terkait penanganan penyedia pangan (SPPG) yang melayani program MBG di SMPN 1 Boyolangu, Bagus menyebut hal itu akan menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“BGN yang akan menilai dan mengevaluasi SPPG, karena mereka yang membina langsung. Kami di Satgas hanya memastikan program berjalan lancar,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu mengalami gejala keracunan makanan MBG dan dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor: Melida S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img