JAKARTA, tobagoes.com – Presiden Prabowo Subianto disebut berpotensi mengalami kerugian politik serius jika kembali menggandeng Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
Peringatan keras itu disampaikan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin, yang menilai Strategi duet Prabowo-Gibran justru bisa menjadi “karpet merah” bagi Gibran untuk melaju menuju kursi Presiden pada Pilpres 2034.
Menurut Jamiluddin, posisi wakil presiden akan menjadi panggung strategis yang mampu mendongkrak elektabilitas dan memperkuat positioning politik Gibran dalam jangka panjang.
“Gibran akan berpeluang mulus untuk jadi presiden pada Pilpres 2034,” ujar Jamiluddin, Senin (23/2/2026).
Analisis tersebut menyoroti potensi dilema politik yang bisa dihadapi Partai Gerindra.
Jika Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran pada 2029, maka secara tidak langsung ia memperkuat legitimasi dan basis politik Gibran untuk kontestasi berikutnya. Situasi ini dinilai dapat mempersempit ruang manuver Prabowo sendiri.
Jamiluddin menilai, apabila Prabowo ingin menjaga peluangnya tetap dominan pada Pilpres 2029, maka mempertimbangkan figur alternatif sebagai calon wakil presiden adalah langkah strategis.
“Gibran akan menjadi kartu mati bagi Prabowo bila maju kembali pada Pilpres 2029,” tegasnya.
Pernyataan ini memantik spekulasi tentang peta kekuatan politik nasional menuju 2029 dan 2034. Duet yang saat ini solid bisa berubah menjadi persaingan di masa depan.
Pengamat menilai, dalam politik tidak ada langkah tanpa konsekuensi. Setiap keputusan koalisi akan menentukan arah regenerasi kekuasaan dan masa depan kepemimpinan nasional.
Apakah Prabowo akan mengambil risiko besar atau memilih strategi baru? Publik kini menanti manuver politik berikutnya.




