Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mengapresiasi langkah berani dan tegas Dedie Trie Haryadi dalam membongkar kasus korupsi di Riau. Menurutnya, gebrakan Dedie tidak hanya membuat publik bernafas lega, tapi juga membuat para koruptor di negeri Lancang Kuning gemetar ketakutan.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mengapresiasi langkah berani dan tegas Dedie Trie Haryadi dalam membongkar kasus korupsi di Riau. Menurutnya, gebrakan Dedie tidak hanya membuat publik bernafas lega, tapi juga membuat para koruptor di negeri Lancang Kuning gemetar ketakutan.
Jakarta, toBagoes.comJakarta – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mengapresiasi langkah berani dan tegas Dedie Trie Haryadi dalam membongkar kasus korupsi di Riau. Menurutnya, gebrakan Dedie tidak hanya membuat publik bernafas lega, tapi juga membuat para koruptor di negeri Lancang Kuning gemetar ketakutan.
BACA JUGA  Doa dan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-56 untuk Ketum BPI KPNPA RI Tb. Rahmad Sukendar

“Dedie ini jaksa yang tidak hanya bicara, tapi bekerja nyata. Dari Nusa Tenggara Timur hingga kini di Riau, rekam jejaknya selalu menunjukkan keberanian. Ratusan DPO korupsi berhasil ditangkap karena tangan dinginnya. Dedie membuktikan hukum bisa tajam ke atas, bukan hanya ke bawah,” tegas Rahmad Sukendar, Selasa (16/9/25) pada saat wawancara dengan awak media di Aryaduta Hotel Pekanbaru

BACA JUGA  Rahmad Sukendar: Harus Usut Tuntas, Eks Kadis Dikbud Sultra Diperiksa Kejagung, Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Sukendar menyebut, keberanian Dedie menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum lain yang terkesan lemah, mandul, bahkan terlibat dalam praktik mafia hukum. “Kalau Dedie bisa bergerak cepat, kenapa yang lain hanya bisa diam? Jangan-jangan ada yang ikut menikmati hasil korupsi itu sendiri,” sindirnya.

Lebih lanjut, Sukendar menilai Riau selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat korupsi tinggi. Namun, gebrakan Dedie membuka mata publik bahwa masih ada jaksa yang benar-benar berpihak kepada rakyat dan negara.

BACA JUGA  Update Banjir Bali Renggut 18 Korban Jiwa, 179 Warga Masih Mengungsi

“Gebrakan seperti ini harus dijadikan role model nasional. Jaksa jangan takut melawan mafia hukum dan maling berdasi. Negara tidak boleh kalah oleh tikus-tikus perampok uang rakyat,” pungkas Sukendar
(*)