SIJUNJUNG, tobagoes.com – Kisah mengharukan datang dari Jorong Koto Tuo, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Seorang ibu lanjut usia bernama Endang harus berjuang seorang diri merawat anaknya, Rido, yang merupakan penyandang disabilitas, di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.
Keduanya hidup di sebuah rumah kayu tua yang sudah lapuk dan mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Di usia yang tidak lagi muda, Endang harus memenuhi seluruh kebutuhan hidup dirinya dan sang anak tanpa dukungan ekonomi yang memadai.
Ironisnya, keluarga tersebut kini tidak lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya menjadi salah satu penopang utama kehidupan mereka.
Diduga Akibat Ketidaksesuaian Data
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keluarga Endang tercatat dalam kategori Desil 5 pada data sosial pemerintah.
Padahal, jika melihat kondisi riil di lapangan, keluarga tersebut dinilai lebih layak masuk kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat miskin ekstrem yang menjadi prioritas penerima bantuan sosial.
Akibat ketidaksesuaian data tersebut, bantuan PKH yang selama ini diterima dihentikan sejak Januari 2026.
Kondisi itu membuat beban hidup keluarga semakin berat, terutama karena Endang harus memenuhi kebutuhan harian sekaligus merawat anaknya yang membutuhkan perhatian khusus.
Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Dasar
Setiap hari, Endang harus berupaya memenuhi kebutuhan makan serta membeli perlengkapan yang dibutuhkan Rido, termasuk pampers dan kebutuhan perawatan lainnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, perjuangan tersebut menjadi tantangan berat bagi seorang ibu lanjut usia yang hanya mengandalkan kemampuan seadanya.
Kondisi tempat tinggal mereka juga jauh dari kata layak. Rumah yang ditempati terlihat rapuh dan membutuhkan perhatian serius agar tetap aman untuk dihuni.
Rido Tidur Beralaskan Tikar Plastik
Kondisi Rido turut mengundang keprihatinan. Dalam kesehariannya, ia hanya dapat beristirahat di lantai kayu dengan alas tikar plastik sederhana.
Sebelumnya, Rido pernah menerima bantuan kasur dari komunitas sosial S3 Sijunjung. Namun seiring waktu, kasur tersebut mengalami kerusakan dan kini tidak lagi layak digunakan.
Situasi ini menjadi gambaran nyata masih adanya masyarakat rentan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem pendataan bantuan sosial.
Dinas Sosial Sijunjung Bergerak Cepat
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung langsung melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi keluarga Endang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung, Irfan Sofyan, SH, menjelaskan bahwa persoalan terhentinya bantuan PKH tersebut berkaitan dengan kendala perekaman data penerima manfaat.
“Memang ada kendala pada proses perekaman data penerima. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan PKH tersebut dapat kembali diterbitkan,” ujar Irfan.
Ia juga memastikan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung akan memberikan pendampingan serta bantuan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.
Masyarakat Diminta Segera Melapor
Irfan mengimbau masyarakat yang mengalami persoalan serupa terkait PKH, BPJS Kesehatan, maupun bantuan sosial lainnya agar segera melapor ke Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung.
Menurutnya, laporan yang cepat akan memudahkan proses verifikasi dan penanganan sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh haknya.
“Kami siap membantu masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ada kendala terkait bantuan sosial atau jaminan kesehatan, silakan datang langsung ke Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung,” tegasnya.
Kisah Endang dan Rido menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik kemiskinan, masih ada warga yang berjuang setiap hari untuk bertahan hidup dan membutuhkan perhatian bersama dari pemerintah maupun masyarakat.(RP)
PKH Sijunjung, anak disabilitas Sijunjung, ibu lansia miskin, bantuan sosial Sijunjung, Dinas Sosial Sijunjung, keluarga miskin ekstrem, bantuan PKH terhenti, Rido penyandang disabilitas, kemiskinan Sijunjung, data bantuan sosial.



