toBagoes.com – Sebanyak 72 pengusaha muda pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang bekam dari lima daerah di Sumatera Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Digital Marketing Angkatan I yang digelar di Hotel Khas Ombilin, Kota Sawahlunto, pada Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti peserta dari Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Dharmasraya.
Bimtek diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM bekam agar mampu mengembangkan usaha secara profesional serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Program tersebut merupakan realisasi Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Syofian Hendri, S.Pd.I., M.M., yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan generasi muda di sektor usaha kesehatan tradisional.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha, mulai dari aspek teknis pelayanan bekam, pengelolaan usaha, strategi komunikasi dengan pelanggan, hingga pemasaran digital berbasis media sosial.
Narasumber pertama, Ustadz Hamdani, S.Si., yang dikenal sebagai trainer bekam nasional, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar terapi bekam serta standar operasional prosedur (SOP) yang harus diterapkan dalam pelayanan.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar pelayanan agar kualitas layanan bekam semakin dipercaya masyarakat.
Selanjutnya, Mahat Marirani, S.S., memberikan pelatihan mengenai public speaking dan teknik komunikasi yang efektif.
Dalam paparannya, peserta dibekali kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan pasien, menciptakan kenyamanan selama proses pelayanan, serta membangun citra positif klinik melalui pelayanan yang ramah dan profesional.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Zulpadli, yang hadir dari Pekanbaru. Ia membahas strategi manajemen klinik bekam, mulai dari pengelolaan operasional, peningkatan kualitas layanan, hingga strategi agar klinik memiliki daya tarik, berkembang secara berkelanjutan, dan mampu meningkatkan jumlah pelanggan.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring dari Jakarta, Syofian Hendri, S.Pd.I., M.M. mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha agar mampu bersaing di era modern.
Melalui pemanfaatan media sosial, pemasaran digital, dan penguatan branding, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita ingin anak muda di Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Tanah Datar, dan Padang Panjang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Potensi usaha di bidang terapi bekam sangat besar apabila dikelola secara profesional dan mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Syofian.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses peningkatan kapasitas, baik dalam aspek kewirausahaan maupun digitalisasi usaha.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain mendapatkan materi teori, mereka juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha, mulai dari membangun merek (branding), meningkatkan kepercayaan pelanggan, hingga menyusun strategi promosi yang efektif melalui berbagai platform digital.
Melalui Bimtek Kewirausahaan dan Digital Marketing Angkatan I ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usaha masing-masing sehingga UMKM bekam di lima kabupaten dan kota tersebut semakin profesional, memiliki daya saing yang tinggi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat. (Ferinof)




