toBagoes.com – Dalam upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sawahlunto memberikan edukasi dan sosialisasi kepada peserta didik baru SMAN 2 Kota Sawahlunto melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMAN 2 Kota Sawahlunto pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Sawahlunto, IPTU Ary Andre J.R., S.H., M.H., merupakan bagian dari komitmen Polres Sawahlunto dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Melalui edukasi sejak dini, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba sekaligus mampu membentengi diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang kini semakin menyasar kalangan remaja.
Dalam sambutannya, IPTU Ary Andre J.R menegaskan bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan dan kesadaran sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif maupun bujuk rayu para pelaku peredaran narkotika.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga diri dari bahaya narkoba. Jangan pernah mencoba narkotika dalam bentuk apa pun karena dampaknya sangat merusak, baik bagi kesehatan, masa depan, maupun kehidupan sosial,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, IPTU Ary Andre J.R menyampaikan materi secara komprehensif mengenai pengertian narkotika, jenis-jenis narkoba yang sering beredar di masyarakat, ciri-ciri penyalahgunaan narkotika, serta berbagai modus operandi yang kerap digunakan pelaku untuk menjerat para remaja.
Materi juga mencakup dampak buruk penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik dan mental, menurunnya prestasi belajar, rusaknya hubungan sosial, hingga konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, IPTU Ary Andre J.R juga mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Ia mengimbau para siswa agar selalu memilih lingkungan pergaulan yang positif, mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta berani melaporkan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Kalian adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Jangan pernah mencoba narkotika dalam bentuk apa pun. Jadilah pelopor yang mampu mengajak teman-teman untuk hidup sehat, berprestasi, dan bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba,” pesan IPTU Ary Andre J.R di hadapan para peserta.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pada sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai pertanyaan disampaikan seputar jenis-jenis narkotika, dampak hukum bagi penyalahguna, ciri-ciri pengguna narkoba, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
Seluruh pertanyaan dijawab secara lugas dan komunikatif oleh Kasat Resnarkoba sehingga para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Sawahlunto, Nasril, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Sawahlunto, khususnya Satresnarkoba, atas kepeduliannya dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik baru.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif narkotika sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai bekal bagi siswa untuk mengenali bahaya narkotika sejak dini. Kami berharap sinergi antara sekolah dan Polres Sawahlunto terus terjalin dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Nasril.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polres Sawahlunto berharap para peserta didik tidak hanya memahami bahaya narkotika dari sisi kesehatan maupun hukum, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya menjaga lingkungan sekolah tetap aman, sehat, dan bebas dari narkotika.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi salah satu langkah preventif Polres Sawahlunto dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi sebagai benteng utama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Sawahlunto. (*)




