PERMAHI UNG Soroti Dalam Pemberantasan PETI di Gorontalo, Minta Komisi III DPR RI Objektif

TOBAGOES.COM/ GORONTALO – Beredarnya laporan evaluasi penegakan hukum dalam pemberantasan PETI Penambangan Tanpa Izin di Provinsi Gorontalo menuai sorotan dari kalangan mahasiswa hukum, khususnya dari Komisariat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

BACA JUGA  KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tersangka Korupsi dan Pemerasan Sertifikat K3
Evaluasi Pemberantasan PETI di Gorontalo menurut Penjabat Ketua Komisariat PERMAHI UNG, Moh Azwar Andi Datu, menyatakan bahwa Komisi III DPR RI perlu bersikap objektif dalam menyikapi dinamika dan aspirasi masyarakat terkait pemberantasan PETI, terlebih setelah viralnya video yang melibatkan Kapolres Boalemo.
BACA JUGA  Skandal Jaksa Azam: Dana Korban Investasi Bodong Dipakai Umrah, BPI: Jangan Hanya Satu Orang!

“Kami melihat berita mengenai evaluasi Polda Gorontalo dan Polres Boalemo. Kami harap Komisi III DPR RI tetap objektif, termasuk soal viralnya video Kapolres Boalemo yang menurut kami wajar sebagai bentuk menjaga marwah aparat penegak hukum,” ujar Azwar, Kamis (19/6/2025).

Azwar menyoroti kritik terhadap etika pelayanan Polres Boalemo, yang menurutnya masih bersifat asumtif dan belum memiliki tolok ukur yang jelas.

BACA JUGA  Kapolsek Jaluko Bukti Hasil Kepedulian atas Pengabdian, Berangkatkan Istri PHL Umroh

“Mana ada tamu datang ke rumah orang dengan marah-marah lalu tuan rumahnya diam saja? Untuk menyatakan bahwa pelayanan Polres Boalemo buruk, perlu barometer yang konkret. Harus dibuktikan sesuai asas hukum actori incumbit onus probandi siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan,” tegasnya.

BACA JUGA  Hasan Nasbi: Putusan MK Tidak Melarang Wakil Menteri Rangkap Jabatan

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami secara tepat prinsip equality before the law.”Semua orang memang berhak mengakses hukum, tapi jika ada ketimpangan, salurannya jelas laporkan ke Mabes Polri, bukan membentuk opini liar,” tambah Azwar.

BACA JUGA  Skandal Dugaan Suap Rp200 Juta Seleksi Tamtama TNI di NTT, Rahmad Minta Kasad Bertindak

Menutup pernyataannya, Azwar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Polda Gorontalo dan Polres Boalemo dalam memberantas PETI yang dianggap sudah merajalela di wilayah tersebut.

“Kami mendukung penuh Polda Gorontalo dan Polres Boalemo. Kami harap ini menjadi perhatian serius Kapolda Gorontalo agar para pelaku PETI segera ditangkap dan diproses hukum,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img