Jakarta, tobagoes.com—Keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali jadi sorotan publik. Lembaga antirasuah itu tengah menghadapi krisis kepercayaan seiring desakan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang terjadi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam penyelidikan yang kini berjalan, Komisi Pemberantasan Korupsi disebut berpeluang memanggil sejumlah pihak penting yang terkait langsung dengan proyek yang meninggalkan utang mencapai Rp116 triliun, termasuk nama Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun, di tengah harapan publik agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu, muncul keraguan besar terhadap nyali KPK di bawah kepemimpinan Setyo Budiyanto.
Pantauan di media sosial memperlihatkan derasnya komentar warganet yang pesimis terhadap langkah KPK. Mereka menilai Komisi Pemberantasan Korupsi
saat ini tak lagi independen dan sudah kehilangan taringnya. Komentar disampaikan akun @syukuri_abdoel yang menulis singkat, “Emang KPK berani?” Senin (27/10/2025).
Mayoritas warganet menilai pemanggilan tokoh-tokoh besar itu hanya akan berujung formalitas tanpa hasil nyata.
“Panggil untuk ngobrol-ngobrol, ketawa-ketiwi sambil minum kopi. Habis itu pulang, kasus Whoosh senyap,” tulis akun @sonya_tambun.
“Langsung ciduk dong, masa beda banget perlakuannya,” timpal akun @kaylanano5.
“Kalau KPK enggak berani, nanti Kejagung turun gunung ya,” sindir akun @makbulmaki.
Sejumlah pengamat hukum dan aktivis antikorupsi menilai, KPK perlu membuktikan independensinya dengan menyelidiki proyek Whoosh secara terbuka, tanpa diskriminasi terhadap siapa pun.
Langkah KPK ini dinilai menjadi ujian integritas lembaga dalam menegakkan hukum dan mengembalikan kepercayaan publik yang kian terkikis.
Editor:Melida S




