Dedi Mulyadi Janji Ganti Rugi Rp 100 Juta untuk Rumah Singgah, Rahmad Sukendar Soroti Lunturnya Toleransi

iTOBAGOES.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan ganti rugi sebesar Rp.100 juta atas kerusakan rumah singgah milik warga yang dirusak oleh sekelompok massa di Sukabumi.

Peristiwa ini menyita perhatian publik karena dinilai mencerminkan makin lunturnya nilai-nilai toleransi di masyarakat.
BACA JUGA  Ribuan PPPK Terancam PHK, Kebijakan Baru Picu Krisis Pengangguran? 4.506 Pegawai di Bangka Belitung Terancam Dirumahkan
Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, ikut angkat suara. Ia menilai insiden atas kerusakan rumah singgah ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga mencerminkan menurunnya semangat kebersamaan.
BACA JUGA  Ketua DPC LIN Kubu Raya Menyoroti Pembalakan Hutan Lindung, Akan Surati Presiden Prabowo

“Sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan mulai luntur. Tidak ada lagi saling menghormati satu sama lain,” ujar Rahmad Sukendar dalam pernyataannya.

Ia menegaskan, Indonesia dibangun di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

BACA JUGA  Dedi Mulyadi Perluas Program Pembinaan Karakter Militer ke Depok dan Bogor

“Perusakan rumah singgah itu mencederai nilai kemanusiaan dan semangat hidup berdampingan. Ini harus menjadi peringatan keras bagi aparat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk memperkuat kembali pendidikan moral dan kebhinekaan,” tambahnya.

BACA JUGA  Seleksi Perangkat Nagari Kampung Dalam Memasuki Babak Penentuan, Siapa Pemenangnya?

Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap tindakan intoleransi. Bantuan sebesar Rp100 juta telah disiapkan untuk merenovasi rumah singgah yang rusak dan mengembalikan fungsinya sebagai ruang sosial.

Peristiwa perusakan ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan terus menjaga kerukunan antar sesama warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img