Ahli Minta Prabowo Fokus ke Alutsista yang Ciptakan Lapangan Kerja!

Jakarta, tobagoes.com— Presiden Prabowo Subianto diminta untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia melalui pengembangan industri dalam negeri yang mampu menyerap tenaga kerja dan memberi dampak positif pada perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Analis Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45), Reine Prihandoko, dalam Media Briefing bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang digelar di Morrissey Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

BACA JUGA  Viral! Petugas Pengadilan Diduga Santai Main Game di Jam Kerja Kelalaian atau Fakta?

“Penguatan sektor keamanan yang digagas Presiden Prabowo seharusnya tidak sebatas kerja sama pembelian alutsista dengan negara-negara produsen, tetapi juga memikirkan tindak lanjutnya yang berdampak pada perekonomian nasional,” ujar Reine.

Menurutnya, penguatan alutsista harus diiringi dengan strategi ekonomi yang terukur agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang menyentuh aspek kesejahteraan rakyat dari pengembangan sektor pertahanan.

“Jangan hanya fokus pada Kementerian Pertahanan. Kemenhan harus bersinergi dengan Kemenko Polhukam agar arah kebijakan pertahanan juga bisa menopang ekonomi nasional,” jelasnya.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Kritik Pemerintah, Kenapa Baru Sekarang Ribut Premanisme Ganggu Investasi

Reine menambahkan, pengadaan alutsista seharusnya dipandang sebagai peluang investasi jangka panjang, bukan semata transaksi pembelian. Ia mencontohkan pentingnya skema kerja sama produksi bersama (joint venture) yang memungkinkan pembangunan pabrik alutsista di Indonesia.

“Kalau kita membeli alutsista, sebenarnya ada celah untuk menjadikannya investasi. Dengan skema joint venture, negara produsen bisa membangun fasilitas produksi di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Reine, strategi tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat kemandirian industri pertahanan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Dengan co-produksi di dalam negeri, otomatis banyak tenaga kerja lokal terserap, dan dampaknya langsung terasa bagi masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA  Diduga Lakukan Penghinaan saat Salat Id, PJ Kepala Desa Wate Diprotes Warga Muslim

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar kebijakan pertahanan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya memperkuat keamanan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis industri strategis dalam negeri.

Pengamat dorong Prabowo perkuat alutsista lewat industri dalam negeri. Pertahanan dinilai harus berdampak pada ekonomi nasional dan buka lapangan kerja.

Editor:Melida S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img