Padang(Sumbar), tobagoes.com, Saptarius dipercaya mengemban amanah besar di dunia pers Sumatera Barat. Pemimpin Redaksi Jurnal Sumbar itu resmi ditunjuk Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) sebagai Ketua Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat JMSI Nomor 137/PP/SK/JMSI/V/2026 tentang Penetapan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Sumatera Barat. SK tersebut diteken Pengurus Pusat JMSI pada Mei 2026.
Dalam struktur baru, Saptarius akan bekerja bersama Handi Yanuar, S.Sos sebagai Sekretaris. Dua nama lain, Yuliandi Candra dan Heru Iriawan, dipercaya mengisi posisi anggota. Komposisi ini diharapkan memperkuat kerja lembaga selama lima tahun ke depan.
Penunjukan Saptarius bukan tanpa alasan. Di ruang redaksi, ia dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Sumbar, media siber yang konsisten mengawal isu daerah. Kredibilitas jurnalistiknya diperkuat sertifikat Uji Kompetensi Wartawan UKW Utama dari Dewan Pers. UKW Utama merupakan jenjang tertinggi yang menandakan wartawan sudah matang secara profesional, etika, dan wawasan kebangsaan.
Tak hanya di media, jejak Saptarius juga terlihat di ranah pelayanan publik. Saat ini ia menjabat Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung. Lewat forum itu, ia aktif mendorong transparansi birokrasi dan keterlibatan warga dalam pembangunan.
“Kombinasi pengalaman di redaksi dan pelayanan publik ini yang kami butuhkan. Lembaga Bisnis & Advokasi harus jembatan antara media dengan pemerintah, dunia usaha, sekaligus pelindung bagi anggota,” ujar salah satu pengurus JMSI saat dikonfirmasi.
Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar punya dua tugas utama. Pertama, memperkuat kerja sama bisnis antarperusahaan pers. Tujuannya jelas: membuat media siber lokal tidak tergantung satu sumber pendapatan, bisa mandiri lewat kerja sama iklan, konten, hingga pelatihan.
Kedua, lembaga ini jadi garda depan advokasi. Di era digital, wartawan siber Sumbar kerap berhadapan dengan ancaman UU ITE, somasi, hingga tekanan saat peliputan. Lembaga inilah yang akan memberi pendampingan hukum dan edukasi agar kerja jurnalistik tetap aman dan sesuai kode etik.
“Media lokal sekarang tidak hanya bersaing dengan sesama media, tapi juga dengan platform global. Tantangannya dobel: cari duit untuk operasional, sekaligus lindungi jurnalis dari jerat hukum. Itu fokus kami 2025-2030,” ungkap Saptarius usai menerima amanah.
Pengurus Pusat JMSI menilai kepercayaan kepada Saptarius sejalan dengan kiprahnya selama ini. Konsistensinya membangun media profesional dan independen dinilai jadi modal penting menghadapi disrupsi media.
“Sumbar punya banyak media siber potensial. Tapi tanpa kerja sama bisnis yang sehat dan perlindungan hukum, sulit tumbuh. Kami harap lembaga di bawah Pak Saptarius bisa jadi rumah bersama bagi media anggota JMSI,” sebut pernyataan resmi Pengurus Pusat.
Penunjukan ini juga jadi bentuk apresiasi atas dedikasi Saptarius yang selama ini konsisten di tiga jalur: jurnalistik, organisasi profesi, dan penguatan pelayanan publik. Tiga jalur itu dianggap selaras dengan visi JMSI: media yang berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan formasi lengkap dan masa bakti 5 tahun, publik kini menanti langkah konkret Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar. Targetnya: ekonomi media lokal Sumbar makin sehat, wartawannya terlindungi, dan publik tetap dapat informasi berkualitas.(*)




