toBagoes.com – Pemerintah Nagari (PemNag) Lubuktarok, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menggelar seleksi perangkat nagari untuk mengisi jabatan Kepala Jorong (Kajor) yang kosong akibat pejabat sebelumnya memasuki masa purnabakti, Rabu (17/6/2026).
Seleksi yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Lubuktarok tersebut diikuti oleh enam orang peserta yang berasal dari dua jorong, yakni Jorong Sungaijodi dan Jorong Kototuo. Para peserta menjalani tahapan ujian tertulis serta wawancara yang melibatkan tim penguji dari unsur kecamatan dan pihak independen.
Menariknya, pada perebutan posisi Kepala Jorong Sungaijodi terjadi persaingan yang cukup unik. Dua kandidat yang mengikuti seleksi secara head to head, yakni Oki Hidayatullah dan Pilko Yandra, diketahui memiliki hubungan keluarga sebagai mamak dan kemenakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang mengikuti jalannya proses seleksi.
Sementara itu, untuk formasi Kepala Jorong Kototuo, persaingan berlangsung lebih ketat dengan diikuti empat peserta, yaitu Rio Wandika Putra, Liswat Candra, Ferdi Irwanto, dan Muhammad Ikbal. Keempat kandidat tersebut bersaing memperebutkan satu kursi Kepala Jorong yang akan ditetapkan berdasarkan hasil seleksi.
Pelaksanaan seleksi berlangsung tertib dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an atau kalam ilahi, sebagai implementasi dari Peraturan Nagari (PerNag) Lubuktarok yang menekankan nilai-nilai religius dalam setiap kegiatan pemerintahan nagari.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Sekretaris Panitia yang juga Sekretaris Nagari Lubuktarok, Eki Noviandra. Selanjutnya, Wali Nagari Lubuktarok, Zuriatman, menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah nagari untuk menjaga netralitas dan transparansi selama proses seleksi berlangsung.
“Kami tidak melakukan intervensi dalam proses seleksi ini. Sepenuhnya kami serahkan kepada panitia dan tim penguji dari kecamatan serta Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung agar proses berjalan objektif dan profesional,” ujar Zuriatman.
Pemerintah Kecamatan Lubuktarok yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Mulyadi, S.H., bersama Okta Sari Heppy Putri, S.Tr.IP., menjelaskan bahwa seluruh tahapan ujian dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku dalam pengangkatan perangkat nagari.
Menurutnya, seleksi dilakukan secara terbuka untuk memperoleh figur kepala jorong yang memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung, Saptarius, yang turut menjadi bagian dari tim penguji, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi yang dinilai berjalan dengan baik, tertib, dan transparan.
Ia menilai seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putra terbaik dari jorong masing-masing yang memiliki potensi untuk memajukan nagari.
“Enam peserta yang mengikuti seleksi ini merupakan tokoh-tokoh yang baik dan memiliki kemampuan. Namun dalam sebuah kompetisi tentu hanya akan terpilih satu orang terbaik untuk setiap jorong. Bagi yang belum berhasil, hendaknya dapat menerima hasil dengan lapang dada karena kegagalan hari ini bisa menjadi motivasi untuk meraih keberhasilan di masa depan,” kata Saptarius.
Untuk memastikan proses seleksi berlangsung aman dan kondusif, kegiatan juga mendapat pemantauan dari unsur keamanan. Kapolsek Lubuktarok diwakili oleh Bhabinkamtibmas Nagari Lubuktarok, Bripka Jaka Prawira Sadil, yang hadir sejak awal hingga akhir kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Firman Bagindo Tan Ame, Sekretaris Panitia Eki Noviandra, serta anggota panitia Alki Yusnedi, Asti Netti, Randi Saputra, dan Efrianto.
Dengan berakhirnya seluruh tahapan ujian tertulis dan wawancara, masyarakat kini menantikan hasil seleksi yang akan menentukan siapa yang berhak mengemban amanah sebagai Kepala Jorong Sungaijodi dan Kepala Jorong Kototuo untuk periode berikutnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan seleksi perangkat Nagari Lubuktarok berlangsung aman, tertib, transparan, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan nagari yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)




