Sijunjung Memanggil Putra Terbaiknya: H. Jonni Afrizon Siap Mengabdi untuk Ranah Lansek Manih

Sijunjung, toBagoes.com – Dinamika politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sijunjung tahun 2029 mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai figur potensial untuk memimpin Ranah Lansek Manih ke depan. Salah satu nama yang kian mendapat perhatian adalah H. Jonni Afrizon, SE., MM., CG., CAE, seorang birokrat nasional asal Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki sejarah panjang dan dikenal dengan julukan Ranah Lansek Manih. Daerah ini telah melahirkan banyak tokoh besar yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA  Refleksi Akhir Tahun BPI KPNPA RI: OTT Pejabat, Hakim hingga Jaksa Bukti Korupsi Sudah Sistemik

Sejak era reformasi, Kabupaten Sijunjung juga telah melahirkan daerah pemekaran, yakni Kabupaten Dharmasraya. Dahulu wilayah ini tergabung dalam Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung yang mencakup kawasan Talawi, Silungkang, Muaro Kalaban hingga wilayah yang kini menjadi bagian dari Kota Sawahlunto.

Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya manusia, Sijunjung telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh, di antaranya Prof. H. Mohammad Yamin, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. Sanusi Latief, Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., serta Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, M.S.

Selain itu, masih banyak putra-putri terbaik Sijunjung yang berkiprah sebagai akademisi, birokrat, militer, perbankan, hingga politisi di tingkat daerah maupun nasional.

BACA JUGA  Rahmad Sukendar Apresiasi Presiden Prabowo Subianto, Berani Bongkar Korupsi Patut Diacungi Jempol

Di antara deretan tokoh tersebut, nama H. Jonni Afrizon mulai mendapat perhatian sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin Kabupaten Sijunjung pada masa mendatang.

Lahir di Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus pada 30 April 1969, Jonni Afrizon merupakan putra bungsu dari pasangan almarhum H. Jamarun dan Hj. Jamariah yang kini berusia 94 tahun. Ia juga merupakan adik kandung dari dua akademisi terkemuka Indonesia, yakni Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun dan Prof. Dr. H. Novesar Jamarun.

Saat ini, Jonni Afrizon mengabdikan diri sebagai birokrat di lingkungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Selama perjalanan kariernya, ia telah menduduki berbagai jabatan strategis yang menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan kemampuannya dalam mengelola organisasi pemerintahan.

BACA JUGA  Langkah Satgas Garuda Merah Putih II Salurkan 61,7 Ton Bantuan ke Gaza

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain sebagai dosen, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, hingga Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri.

Pengalaman panjang tersebut telah membawanya berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

Berbagai tugas dan tanggung jawab yang diembannya membuat Jonni Afrizon memiliki jaringan luas yang dinilai dapat menjadi modal penting dalam membangun daerah.

BACA JUGA  Thrifting & Predatory Pricing: Kolonialisme Ekonomi Baru Hancurkan IKM Tekstil

Sebagai birokrat yang telah lama berkiprah di tingkat nasional, Jonni Afrizon dikenal memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan industri, serta strategi pembangunan daerah.

Pengalamannya berkomunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah pusat juga menjadi nilai tambah yang dianggap mampu membuka peluang percepatan pembangunan bagi Kabupaten Sijunjung.

Meski telah lama berkarier di tingkat nasional, kedekatan Jonni Afrizon dengan kampung halamannya dinilai tidak pernah terputus. Ia lahir dan besar di Nagari Silantai, serta menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Sumatera Barat.

BACA JUGA  Bea Cukai Soetta Bantah Isu WNA Kehilangan Uang Rp81 Juta

Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Inpres Sumpur Kudus, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Silantai, SMA Negeri Muaro Sijunjung, hingga menyelesaikan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi ternama di Sumatera Barat, di antaranya Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Ekasakti (UNES).

Latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman birokrasi yang panjang, serta jejaring yang luas menjadikan namanya mulai diperhitungkan dalam bursa calon kepala daerah Sijunjung pada Pilkada 2029 mendatang.

Sejumlah kalangan menilai Kabupaten Sijunjung membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki pengalaman nasional, kemampuan manajerial yang baik, wawasan pembangunan yang luas, serta kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Kriteria tersebut dinilai melekat pada sosok H. Jonni Afrizon.

BACA JUGA  Gubernur Akui Pengangguran Tinggi, BPI KPNPA RI: Jangan Cuma Bicara!

“Sudah saatnya putra terbaik daerah kembali mengabdikan diri untuk kampung halaman. Sijunjung membutuhkan figur yang memahami birokrasi, memiliki jaringan luas, berintegritas, serta mampu membawa daerah lebih maju dan berkeadilan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang mengikuti perkembangan politik daerah.

Bahkan, berdasarkan hasil komunikasi dan wawancara yang dilakukan penulis beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon, Jonni Afrizon disebut menyatakan kesiapannya apabila mendapat amanah dan dukungan masyarakat untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin Kabupaten Sijunjung pada masa mendatang.

Meski Pilkada 2029 masih beberapa tahun lagi, suhu politik di Ranah Lansek Manih mulai menunjukkan dinamika. Berbagai figur mulai diperbincangkan sebagai calon potensial. Di tengah berbagai nama yang muncul, H. Jonni Afrizon menjadi salah satu tokoh yang dinilai memiliki pengalaman, kapasitas, serta rekam jejak yang layak diperhitungkan.

BACA JUGA  Miris! Jalan Tak Bisa Dilalui Mobil, Warga Asahan Pikul Jenazah Pakai Sarung dan Bambu

Kini, publik menanti langkah-langkah politik yang akan diambil putra Nagari Silantai tersebut. Apakah panggilan untuk pulang kampung dan mengabdikan diri kepada Ranah Lansek Manih akan benar-benar diwujudkan pada Pilkada Sijunjung 2029 mendatang, waktu yang akan menjawabnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img